KABAR BIREUEN-Bupati Bireuen H Ruslan M Daud, Minggu, (16/4/2017) mengunjungi rumah milik Bukhari Yahya korban rumah tertimpa pohon di Dusun Teugoeh Desa Glee Putoh, Kecamatan Kutabalang.

Kehadiran Bupati didampingi Wakil Ketua DPRK, Athaillah M saleh MA, Kadis Sosial Drs Murdani, Kadis Kesehatan, dr Amir Addani, Sekertaris Baitul Mal Bireuen, Anwar S.Ag, dan anggota Tagana disambut oleh camat setempat, perangkat desa beserta warga.

Peristiwa  itu terjadi pada Sabtu (15/4/2017), sekira pukul 6.30 Wib, mengakibatkan rumah berkonstruksi kayu milik Bukhari Yahya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan itu, rusak parah dan hancur tertimpa sebuah pohon mancang

Dalam musibah itu, istri  Bukhari bernama Anidar (37) mengalami lecet ringan,. Sementara anaknya Nurul Fajri (16) mengalami luka di bagian kepala, terkena serpihan runtuhan rumah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.

Disela-sela kunjungan itu, Bupati Bireuen H Ruslan M Daud kepada awak media mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bireuen dan pribadi, turut berduka atas musibah yang menimpa saudara kita, ini adalah cobaan yang harus kita terima.

“Kepada para korban untuk selalu bersabar karena ini merupakan musibah yang tidak tahu kapan bisa terjadi,” harap Bupati.

Dikatakan, Pemerintah Daerah tidak tinggal diam atas musibah ini, bupati berjanji akan membanggun kembali rumah ini, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Saya sudah menginstruksikan Baitul Mal Bireuen untuk membangun baru secepatnya, agar pemilik rumah dapat menempati kembali rumah itu,” kata Ruslan.

Dalam kunjungan itu Bupati Ruslan menyerahkan bantuan berupa sejumlah uang tunai dan sembakau untuk menguranggi beban kebutuhan korban.

Bukhari Yahya, korban angin puting beliung, dengan rasa haru mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati Ruslan beserta rombongan kekediamannya yang serba kekurangan.

Warga yang tergolong keluarga miskin ini mengaku, dia tidak menduga orang nomor satu di Bireuen, mengunjunggi keluarganya secara tiba-tiba. (Herman Suesilo).

BAGIKAN