KABAR BIREUEN – Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Bireuen, Iskandar, mengatakan, aksi damai yang mereka lakukan bukan karena dibayar. Tapi, ini murni panggilan hati nurani, karena prihatin melihat kondisi Bireuen saat ini dan kepentingan masyarakat yang harus diperjuangkan.

Hal itu ditegaskannya di hadapan para pejabat Pemkab Bireuen yang dipimpin Sekda Bireuen Ir Zulkifli Sp, saat menerima peserta aksi damai terkait pengadaan mobil dinas Bupati Bireuen seharga Rp 1,9 miliar di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Selasa (23/10/2018).

Pernyataan itu ditegaskannya kembali di hadapan para pejabat tersebut, setelah sebelumnya saat orasi lebih kurang 30 menit di depan pintu gerbang kantor Bupati Bireuen, dia juga sudah menyatakan berkali-kali, jika aksi mereka murni karena melihat kondisi Bireuen saat ini.

“Ini sebagai bentuk keprihatinan kami, mengadukan apa yang dialami saat ini oleh masyarakat Bireuen kepada pemerintah, seperti permintaan seorang anak kepada bapak. Ini bukan karena bayaran atau kepentingan politik, tapi murni karena panggilan hati nurani,” tegas Iskandar, bersemangat.

Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Tuih itu membacakan sejumlah poin tuntutan. Salah satunya, mendesak Bupati Bireuen tidak menerima mobil seharga Rp 1,9 miliar yang telah diplotkan dalam APBK-P 2018.

“Ini bukan bicara mengenai aturan atau undang-undang. Tapi, ini mengenai moral,” sebut Tuih yang mempunyai ciri khas saat aksi demo memakai scarf dikepalanya itu.

Dikatakannya, jika pernyataan sikap dan tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang, eksekutif Bireuen, maka pihaknya akan turun kembali melakukan aksi serupa, memperjuangkan aspirasi masyarakat Bireuen dengan massa yang lebih banyak lagi.

Selebaran pernyataan sikap yang ditandatangi koordinator aksi damai Iskandar dan Sekretaris, Yusri, S.Sos tersebut, kemudian diserahkan kepada Sekda Bireuen Zulkifli. Selanjutnya, peserta aksi meminta Sekda menandatanganinya, sebagai bukti telah menerima pernyataan sikap tersebut.

Sementara itu, Sekda Zulkifli pada kesempatan itu menyebutkan, pihaknya telah mendengarkan tuntutan tersebut dan akan disampaikan kepada Bupati Bireuen.

“Karena saat ini Pak Bupati dan Wakil Bupati sedang berada di luar kota, maka nantinya akan disampaikan setelah beliau pulang,” sebut Zulkifli.

Terkait pengadaan mobil dinas, pihaknya menunggu hasil evaluasi dari provinsi. Sementara tuntutan lainnya, juga akan disampaikan kepada Bupati. Karena yang bisa mengambil sikap hanya bupati.

Turut menerima para pendemo, Asisten I Setdakab Bireuen, Mursyid SP, Plt Asisten III, Husaini SH, MM, Kepala DPKD Bireuen, Zamri SE, Kepala Kantor Kesbangpol, Zaldi AP, S.Sos, Kabag Humas Setdakab Bireuen, Farid Maulana SE, MSM dan pejabat terkait lainnya.

Kemudian, sekitar dua puluhan mahasiswa dan masyarakat tersebut bersalaman dan membubarkan diri dengan tertib. (Ihkwati)

 

BAGIKAN