KABAR BIREUEN– Survey dan pendataan rumah yang tak layak huni, sebagai acuan ke depan apa yang harus dilakukan untuk membantu warga miskin, duafa serta lansia yang masih banyak di Kabupaten Bireuen yang belum tersentuh bantuan.

Dengan adanya data berapa banyak rumah tak layak huni tersebut, diharapkan pihak terkait, Pemerintah dan lembaga, organisasi, komunitas  sosial serta dermawan bisa mencarikan solusi  bagaimana membantu mereka.

Hal  itu dikatakan Koordinator Komunitas Kami Peduli  Bireuen (KPB), Deni Putra SE, kepada Kabar Bireuen usai mensurvey dan mendata langsung rumah-rumah tak layak huni di sejumlah lokasi di Bireuen tersebut, Kamis (24/1/2019).

Dikatakannya, pihaknya hari ini melihat langsung kondisi rumah duafa di Kecamatan Makmur, yaitu rumah milik Yahya, di Desa Ulee Gle, lalu rumah Mukhtaruddin, petani asal  Desa Panton Mesjid.

Kemudian rumah Hanafiah Yusuf (65), petani yang  tinggal seorang diri di Dusun Alue Timboel, Desa Tanjong Mulia, Kecamatan Makmur.

KPB juga mengunjungi rumah panggung Nek Rafi’ah (59), pembuat sapu lidi,  yangr umahnya sudan miring dan kondisinya juga memprihantinkan di Dusun Alue Buloh, Desa Alue Iet, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.

“Semua rumah yang kita survey memang kondisinya sangat-sangat tak layak huni, rumah berdinding kayu, beratap rumbia tersebut sudah bolong dan bocor. Data ini nantinya akan menjadi acuan kita bersama apa yang bisa dilakukan demi membantu mereka,” ungkap Deni.

Dia juga berharap, kepedulian semua pihak di Kabupaten Bireuen untuk membantu masyarakat miskin. Karena, sekecil apapun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka.

“Kami Peduli Bireuen akan terus bergerak untuk membantu sesama, tapi kami sadari kemampuan kami terbatas. Sejak Komunitas ini mulai bergerak pada 1 Januari 219 lalu, telah membedah tiga rumah, dua diantaranya saat ini dalam pengerjaan. Dana pembangunan rumah tersebut merupakan sumbangan para donatur,” jelas Deni.

Bagi masyarakat yang ingin membantu melalui Komunitas Kami Peduli Bireuen bisa mentransfer uangnya ke rekening KPB di Bank  Aceh Syariah, rekening 66002200077755 atau Bank BRI, 023401012996537. (Ihkwati).  

BAGIKAN