KABAR BIREUEN– Komisi Independen Pemilihan (KIP)) menggelar sosialisasi pendidikan pemilih untuk perempuan, Rabu (17/10/2018) yang diikuti puluhan pemilih perempuan.

Acara dibuka komisioner KIP, Amiruddin SE, yang kemudian menyerahkan kepada pemandu kegiatan, Komisioner KIP, Edi Safwan SE.

Edi Safwan pada kesempatan itu menyebutkan, perempuan punya hak yang sama, seperti tertuang dalam , hak yang sama dengan laki-laki. Partai politik juga harus memenuhi kuota 30 persen perempuan sebagai calon legislatif.

Pemateri dalam kegiatan tersebut adalah komisioner KIP, Tgk Muhammad Basyir, SH,I serta Ketua KIP, Agusni SP., M.Si.

Muhammad Basyir dalam materinya mengatakan, partisipasi perempuan yang menentukan siapa yang harus dipilih, dengan adanya partisipasi perempuan. Ada peningkatan pemilih pada tahun 2019,  meningkat dibandingkan 2014.

“Pemilu 2019 merupakan pertama serentak, tiga unsur penyelenggaraan pemilu, KPU, Bawaslu serta DKPP dalam UU Nomor 7 tahun 2017, tentang pemilu, include dalam penyelenggara dan penyelenggaraan,” sebutnya.

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Bireuen sebanyak, 301,028, terdiri dari 155.496 perempuan dan 145.532 laki-laki.

Dikatakannya, pemilu memberikan partisipasi masyarakat menentukan yang terbaik yang duduk legislatif, DPRK, DPRA,DPD dan DPR RI serta presiden. Pilihlah calon anggota dewan yang berbobot, yang nantinya memperhatikan kepentingan rakyat.

“Tugas dewan itu nantinya mengawasi kinerja pemerintah, jangan sampai harga melonjak dan pembangunan tak berjalan, karena itu pilihlah dewan yang berbobot, bukan hanya tidur saat rapat. Tapi memilih yang peduli terhadap masyarakat sekitar. Kebijakan-kebijakan publik juga harus diperhatikan,” sebutnya.

Basyir mengajak semuanya, terutama kaum perempuan, sesibuk apapun harus menyempatkan diri untuk memilih, jangan sampai golput. Jangan memilih karena terpengaruh  materi, seperti Pilkada lalu. Jangan memilih karena diintimidasi.

“Kursi DPRK Bireuen ada 40, dari 6 Dapil. Kalau layak dipilih, silahkan pilih kembali, kalau tidak, jangan dipilih. karena yang terpilih itu harus menjalankan amanah.

Menjadi pemilih yang baik, katanya, pertama, terdaftar di DPT, mengetahui visi misinya serta biografi caleg-caleg tersebut, kemudian tentukan pilihannya dan pada hari pemilihan gunakan hak pilihnya.

Sementara itu, Ketua KIP Bireuen, Agusni SP.,M.Si dalam meterinya tentang perempuan cerdas berdemokrasi, memaparkan, keterwakilan perempuan 30 persen, pada pemilu 2019 lebih menguat, penempatan nomor urut perempuan sudah ditentukan. Setiap tiga caleg laki-laki harus ada satu caleg perempuan.

Perempuan tidak lagi dinomor duakan atau hanya sebagai pelengkap. Jumlah caleg DPRK Bireuen pada Pemilu 2019 sebanyak, 526 orang, 37 persen perempuan, 197 orang perempuan.

Mengecek apa sudah terdaftar di DPT atau tidak, di posko-posko, kantor keuchik atau petugas dan bisa juga mengecek di website KPU, www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id

“Perempuan harus punya keyakinan, bagaimana meyakinkan orang lain, kalau dirinya sendiri tidak yakin, keaktifan di dalam berpolitik itu penting. Selama ini, ada rasa ketakutan dari pribadi dan lingkungan untuk muncul berkampanye dan memperkenalkan diri, sebab perempuan masih dianggap tabu untuk berpolitik,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, peserta pemilih perempuan tersebut juga sempat dicek oleh staf  Sekretariat KIP melalui website www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id apakah sudah terdaftar di DPT atau belum. (Ihkwati)

 

BAGIKAN