KABAR BIREUEN-Wawasan kebangsaan meliputi mawas kedalam dan mawas keluar. Mawas kedalam artinya memandang kepada diri bangsa Indonesia sendiri yang memiliki wilayah tanah air yang luas, jumlah penduduk yang banyak, keanekaragaman budaya dan lain-lain, harus diletakkan dalam satu pandangan yang mendasarkan pada kepentingan bersama sebagai bangsa.

Mawas keluar, yaitu memandang terhadap lingkungan sekitar negara-negara tetangga dan dunia Internasional.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bupati Bireuen, Ir M. Jafar MM, mewakili Bupati Bireuen, pada pembukaan kegiatan sosialisasi Pemantapan Ideologi Dan Pembinaan Bela Negara. Kegiatan yang dilaksanakan sehari itu, berlangsung di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Rabu (28/11/2018) pagi.

Disampaikannya, bangsa Indonesia harus memiliki integritas dan kredibilitas yang kuat dalam memainkan perannya di dunia Internasional sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat. Pemantapan Ideologi dan bela negara adalah cara pandang suatu bangsa terhadap prinsip-prinsip dasar kebangsaan yang menjadi ciri atau identitas kepribadian bangsa.

Sehingga dengan berpedoman pada cara pandang yang menjadi prinsip dasar kebangsaan itu, maka bangsa tersebut memiliki sikap dan jati diri sesuai dengan nilai-nilai dasar yang dianutnya.

Pemantapan Ideologi dan bela negara tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi semua komponen masyarakat dan pemuda-pemudi mempunyai tanggung jawab sesuai dengan bidang tugas, dan kemampuan yang dimiliki, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sehari-hari,” harap M Jafar.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bireuen melaporkan, kegiatan ini di selenggarakan dengan maksud, untuk menyatu padukan visi, persepsi dan interpretasi segenap komponen masyarakat bangsa Indonesia.

“Sehingga dapat mewujudkan satu kesatuan tingkah laku dalam mempersiapkan diri dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” sebutnya.

Juga bertujuan untuk mewujudkan sikap dan tingkah laku yang menghargai dan menghormati hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yaitu bersatu, kokoh dan tegar dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan.

Dirincikan, kegiatan ini, diikuti 80 orang peserta terdiri dari mahasiswa mahasiswi dalam Kabupaten Bireuen, Kader Bela Negara Kabupaten Bireuen serta Aparatur Pemda. Menghadirkan pemateri dari unsur Kodim Bireuen, unsur Polres Bireuen dan unsur Pemda Bireuen.

“Materi yang disampaikan, yaitu Peran TNI Dalam Pembinaan Bela Negara, Peran Polri dalam Pemantapan Ideologi dan Bela Negara Bagi Masyarakat dan Pancasila sebagai Landasan Ideologi Negara,” ujar Zaldi. (Herman Suesilo).

BAGIKAN