KABAR BIREUEN – Kepala Kantor Kementerian Agama (kemenag) Kabupaten Bireuen, Zulkifli Idris, melantik dan mengukuhkan kembali 72 kepala madrasah dari berbagai jenjang (MI, MTs dan MA) di kantor Kemenag Bireuen, Kamis, (15/2/2018).

Dalam sambutannya, Zulkifli antara lain mengatakan bahwa mutasi dan rotasi jabatan kepala madrasah merupakan suatu keniscayaan

Dia juga menamsilkan kepala madrasah seperti air yang tidak boleh berlama-lama di suatu tempat.

“Air saja jika lama sekali berada di suatu tempat atau wadah maka dia akan menjadi kotor, berlumut, bahkan tidak bisa dimanfaatkan sama sekali,” katanya.

Zulkifli juga mengingatkan bahwa tempat tugas merupakan lahan ibadah, sudah sepatutnya setiap mengawali tugas diawali dengan niat yang tulus ikhlas.

Secara terpisah, Kasie Pendidikan Madrasah, Kantor Kemenag Bireuen, Azhary M.Pd meminta agar kepala madrasah yang dimutasi ke madrasah lain agar bisa secepatnya bertugas ditempat baru.

Dia juga menerangkan, sesuai dengan peraturan, tiga kepala madrasah tidak bisa dikukuhkan kembali karena telah berusia 55 tahun.

“Ada tiga kepala madrasah tidak bisa dilantik dan dikukuhkan kembali karena terbentur dengan PMA 58 tahun 2017, umur maksimal 55 tahun,” sebutnya.

Dia menambahkan, pelantikan tersebut dilaksanakan atas dasar Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: B-103/Kw.01.1/2/Kp.07.6/01/2018, tanggal 31 Januari 2018 Tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Madrasah Negeri di Lingkungan Kankemenag Bireuen.(Najib Zakaria)

BAGIKAN