KABAR BIREUEN – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Universitas Almuslim melakukan penandatanganan kontrak kerjasama penelitian dan pengkajian.

Penandatanganan kerjasama antara Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri (BPPK Kemlu) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Almuslim (FISIP Umuslim) di gedung Ampon Chiek Peusangan, Kamis, (8/2/2018).

Dalam penandatanganan kontrak, dari BPPK Kemlu diwakili Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, Dr. Arifi Saiman, M.A, sedangkan dari FISIP Umuslim diwakili oleh Dekan, Drs. Ridwan AR, MM.

Walaupun penandatanganan ini dilakukan antara BPPK Kemlu dan FISIP Umuslim, namun dalam pelaksanaannya merupakan skema penelitian kemitraan antara akademisi Umuslim dan akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe.

Penandatanganan kontrak penelitian ini merupakan kelanjutan dari undangan diskusi terbatas dari BPPK Kemlu pada 13 Desember tahun lalu kepada Dosen Hubungan Internasional (HI) Umuslim, Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., MA dalam membahas kerjasama penelitian tiga negara untuk membangun konektivitas antara Indonesia, India, dan Myanmar.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPPK Kemlu, Dr. Siswo Pramono, LLM dan Kepala Pusat BPPK Kawasan Asia Pasifik dan Afrika memilih Teuku Cut Mahmud Aziz untuk menjadi ketua penelitian Kemlu.

Dia  akan didampingi Dr. Ichsan (pakar ekonomi dari Unimal) sebagai mitra kolaborasi dalam penelitian dan pengkajian Pengembangan Kerja Sama Ekonomi dan Konektivitas Indonesia (Aceh) – India (Andaman Nicobar) – Myanmar (Rakhine State).

Karena ini merupakan penelitian kolaborasi maka Teuku Cut Mahmud Aziz akan fokus pada kajian-kajian geo-politik dan sosial development.

Sedangkan Dr. Ichsan lebih pada kajian ekonomi dan perdagangan. Dalam hal konsultasi internal sebelum diskusi resmi dengan BPPK Kemlu, tim peneliti Umuslim dan Unimal didampingi oleh 4 konsultan.

Mereka adalah,  Prof. Dr. Aris Ananta (Pakar Ekonomi dan Demografi Universitas Indonesia), Dr. Evi Nurvidya Arifin (Pakar Demografi Universitas Indonesia), Dr. Amiruddin Idris, SE., M.Si (Rektor Umuslim), dan Prof. Dr. Apridar (Rektor Unimal).

Acara penandatanganan kontrak penelitian di Umuslim dipandu  Al Azhar, SS., M.Sos, Ketua Bagian Promosi Umuslim.

“Walaupun kampus kami berada di belakang pasar atau di kampung tapi semangat kami untuk maju sangat besar. Kami patut bersyukur dan berbangga, karena Universitas Almuslim merupakan Perguruan Tinggi Swasta pertama di Aceh yang ter-Akreditasi B. Kami punya motto, unggul, profesional, dan islami,” kata Al Azhar.

Sementara itu, Teuku Cut Mahmud Aziz dalam sambutannya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas kepercayaan besar dari Kemlu dengan memilih dua akademisi dari universitas yang berada di daerah atau kabupaten dalam melaksanakan pekerjaaan atau amanah yang besar ini.

“Kami bukan dari universitas terkenal atau yang berada di Ibukota, namun dengan amanah ini kami akan melakukan penelitian dan pengkajian ini dengan penuh kesungguhan. Karena ini akan membawa nama baik tidak hanya bagi Umuslim dan Unimal semata tapi juga bagi skup yang lebih luas, yaitu Provinsi Aceh,” demikian pernyataan Teuku Cut Mahmud Aziz.

Dr. Ichsan yang mewakili Unimal juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih dari kepercayaan yang diberikan Kemlu dalam berkolaborasi dan membangun kemitraan dalam penelitian dengan Umuslim.

Dr. Arifi Saiman, M.A, dari Kemlu menuturkan, pihaknya dalam memilih mitra dalam penelitian bukan terlebih dahulu melihat pada universitasnya tapi lebih kepada sumber daya manusianya. Baru setelah itu universitasnya.

Ia juga mengatakan, penelitian ini akan menjadi rekomendasi bagi kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo dalam membangun konektivitas ekonomi antara Indonesia melalui Sabang, India melalui Kepulauan Andaman-Nicobar dan Myanmar melalui Negara Bagian Rakhine.

Nama Umuslim dan Unimal akan ada dalam laporan hasil penelitian yang akan diserahkan langsung oleh BPPK kepada Menteri Luar Negeri dan dari Menteri Luar Negeri kepada Presiden RI.

Wakil Rektor I Umuslim, Dr. Hambali yang mewakili Rektor Umuslim bersyukur Umuslim dan Unimal dapat terpilih dalam kegiatan penelitian dari Kemlu.

Dia mengharapkan adanya kerjasama dengan Kemlu di bidang yang lebih luas lagi, seperti magang mahasiswa di Kemlu atau kegiatan lainnya. (REL)

BAGIKAN