Mahkamah Syar’iyah Bireuen

KABAR BIREUEN- Kasus cerai gugat (isteri menceraikan suami) di Mahkamah Syar’iyah Bireuen tahun 2017 paling menonjol tiga kali lipat mencapai 310 perkara dibandingkan dengan kasus cerai talak (suami menceraikan isteri) hanya sebanyak 126 kasus.

Perkara lainnya yang menonjol, yaitu I’tbat Nikah mencapai 843 perkara, suami isteri yang menikah dimasa komplik Aceh belum memiliki buku nikah, buku nikah hilang atau terbakar.

Hal itu dikatakan Ketua Mahkamah Syar’iyah Bireuen Drs Khairuddin Harahap,MH melalui Panitera Muda Hukum, Dra. Rosdiana menjawab Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Jumat (26/1/2018).

Dikatakan, untuk memperoleh kembali buku nikah secara resmi, suami isteri harus menjalani sidang I’tbat Nikah dengan membawa dua saksi yang mengtahui suami isteri telah menikah dan belum memiliki buku nikah.

“Faktor penyebab menonjolnya kasus cerai gugat di Mahkamah Syar’iyah Birenen terutama faktor ekonomi, suami menyia-nyiakan kewajibannya tidak memberi nafkah hidup kepada isteri sehingga isteri terlantar mencari nafkah sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya,” ungkap Rosdiana.

Selain itu disebabkan faktor tidak harmonis, sering cekcok dalam rumah tangga dan faktor lainnya gangguan pihak ketiga.

Sementara jumlah perkara yang masuk ke Mahkamah Syar’iyah Bireuen tahun 2017 sebanyak 1.399 perkara, sudah diputus dikabulkan 1.182 perkara, ditolak 15 perkara, tidak diterima 26 perkara, gugur 49 [erkara, dan dicoret bukan wewenang Mahkamah Syar’iyah 7 perkara.

“Seluruhnya berjumlah 1.278 perkara, dan siswa 31 perkara tahun 2017 masih dalam proses Mahkamah Syar’iyah tahun 2018,” katanya.

Sedangkan perkara lainnya yang masuk dan telah diputus Mahkamah Syar’iyah Bireuen, harta bersama 10 perkara, penguasaan anak 2 perkara, I’tbat Nikah 843 perkara, dispensasi kawin di bawah umur 3 perkara, wali Afdhol (tidak ada wali) 2 perkara, kewarisan 2 perkara, wakaf, 2 perkara, penetapan ahli waris, 73 perkara dan kasus perubahan indentitas dan perkara lain-lain 5 perkara.(Abu Iskandar).

BAGIKAN