KABAR BIREUEN – Pihak Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bireuen meluruskan tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan kasus Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di kantor tersebut, Selasa (6/3/2018).

Yang benar adalah, uang itu pemberian pribadi kepala madrasah untuk persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Kankemenag Bireuen, Rabu (7/3/2018). Itu merupakan sumbangan dan telah sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Bukan pungutan liar, tapi itu hasil rapat antar sesama kepala madrasah pada Rabu (21/2/2018). Bahkan, panitia juga dibentuk dalam rapat tersebut,” jelas Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Bireuen, Drs. H. Mukhlis, saat dihubungi media ini di ruang kerjanya, Kamis (8/3/2018).

Disebutkannya, dalam rapat tersebut disepakati, sumbangan setiap kepala madrasah negeri sebanyak Rp400 ribu. Sedangkan untuk kepala madrasah swasta Rp200 ribu.

“Dana itu sumbangan pribadi kepala-kepala madrasah,” ungkap Mukhlis.

Saat ditanya apakah semua kepala madrasah hadir saat rapat tersebut, dia mengaku, tidak ingat persis berapa jumlah kepala yang hadir. Namun, katanya, sebagian besar hadir.

“Yang hadir ramai. Susunan panitia maulid juga ditunjuk oleh peserta rapat,” jelas Mukhlis.

Dalam data yang diperlihatkan ke media ini juga tercantum kebutuhan anggaran kegiatan sebesar Rp39 juta untuk dua kegiatan, yaitu kegiatan maulid di kantor Kemenag dan untuk maulid Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Sementara terkait OTT itu sendiri, menurut Mukhlis, pegawai yang dibawa polisi pada Selasa (6/3/2018) adalah salah satu kepala madrasah. Dia saat sedang itu sedang mengumpulkan sumbangan yang berasal dari kepala madrasah lainnya.

Sebagaimana telah dilansir media ini sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Bireuen diduga telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen, Selasa (6/3/2018).

Hal itu sebagaimana disampaikan Kasat Reskrim Polres Bireuen Iptu Riski Adrian SIK melalui WhatApp Wartawan Bireuen & Mitra, Selasa malam (6/3/2018) sekira pukul 21.38 WIB.

Sementara pada Rabu siang (7/3/2018), Iptu Riski Adrian SIK menjelaskan, mempertimbangkan penyelidikan lanjutan dan ini sudah ranah Saber Pungli (Tim Saber), maka harus dilibatkan beberapa Pokja (instansi). (Najib Zakaria)

BAGIKAN