KABAR BIREUEN – Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, Fakhrillah, SH., MH, berharap kepada keuchik dan aparatur gampong lainnya, agar mengelola Dana Desa dengan baik dan transparan, sehingga tidak terseret ke ranah hukum.

Yang perlu dipahami, katanya, korupsi bukan hanya sekedar penyelewengan anggaran Dana Desa. Namun, penyalahgunaan kewenangan ataupun kesalahan administrasi dalam proses penganggaran, itu juga bagian dari korupsi.

Hal itu diungkapkan Fakhrillah dalam materinya pada kegiatan penyuluhan hukum kepada para keuchik dan aparatur gampong se-Kecamatan Kutablang yang digelar di aula kantor camat, Rabu (21/11/2018) kemarin.

“Dengan adanya kegiatan penyuluhan hukum ini, diharapkan bisa memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para keuchik dan aparatur gampong lainnya, terkait peran kejaksaan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,“ jelas Fakhrillah dalam penyuluhan bertema “Membangun Masyarakat Cerdas dan Taat Hukum” ini.

Pemateri lainnya, Kasat Binmas Polres Bireuen AKP Darmansyah, juga berharap, dengan adanya kegiatan penyuluhan hukum ini, para keuchik dan aparatur serta masyarakat, bisa lebih memahami tentang produk hukum dan melaksanakannya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sehingga, bisa terhindar dari permasalahan hukum.

Dengan perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini, kata dia, masyarakat harus menyikapinya secara arif dan bijaksana.

“Jangan sampai kemajuan teknologi disalahgunakan oleh masyarakat, yang bisa berakibat berurusan dengan hukum,” begitu diingatkan Darmansyah.

Sementara Camat Kutablang, Mukhsen, S.Ag, dalam sambutannya meminta kepada para keuchik dan perangkat gampong, agar memanfaatkan ilmu yang didapat di penyuluhan hukum ini, sebagai acuan dalam penyelenggaraan pemerintahan di masing-masing gampong.

“Ilmu yang didapat di kegiatan penyuluhan hukum ini, agar nantinya dapat diaplikasikan dan disosialisasikan kembali kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa mencegah dan menghindari hal-hal yang melanggar hukum,” imbuh Camat Mukhsen. (Suryadi)

BAGIKAN