KABAR BIREUEN – Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, M.Si, mengatakan, proses hukum terhadap salah seorang oknum anggota Polri yang terlibat narkoba jenis sabu, tetap sama juga dengan tersangka lainnya yang warga sipil.

“Perlakuannya tetap sama di hadapan hukum. Kami tidak membeda-bedakannya. Apakah dia seorang oknum anggota polisi atau siapa saja yang melanggar hukum, tetap kami proses sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Gugun Hardi Gunawan, menjawab pertanyaan wartawan di Mapolres setempat, Senin (3/12/2018), terkait proses hukum terhadap seorang anggota Polres Bireuen yang ikut ditangkap, karena disangkakan sebagai pengedar sabu.

Menurut Kapolres Gugun, oknum anggota polisi tersebut bersama tiga tersangka lainnya yang warga sipil, akan diproses hukum sebagaimana biasanya. Artinya, nanti mereka semua akan disidangkan di Pengadilan Negeri.

“Nanti kalau putusan hukumnya sudah tetap (inkracht), baru yang bersangkutan (oknum anggota polisi) dilimpahkan ke sidang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Berdasarkan keputusan sidang kode etik itulah, bisa saja nanti dia dipecat,” jelas Gugun yang didampingi Kasat Narkoba, Ipda M. Nazir, SH, MH.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, oknum anggota polisi yang berinisial M Bin ZA (30) itu, ditangkap di Keudee Matangglumpangdua, Kecamatan Peusangan, pada Kamis 29 November 2018, sekira pukul 15.00 WIB. Dari tersangka, didapat barang bukti sabu seberat 100 gram.

Penangkapan oknum polisi tersebut, berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka lain yang berinisial AR Bin Y (20). Dari tersangka warga sipil asal salah satu desa dalam Kecamatan Peusangan itu, diperoleh barang bukti sabu seberat 25 gram.

Sementara dua tersangka lainnya bernisial M bin MN (20) dan M Bin Alm S (47) yang juga warga sipil, ditangkap di Kecamatan Jeunieb dan Simpang Mamplam dalam waktu yang berbeda. Bersama kedua tersangka ini, juga disita sejumlah barang bukti sabu. (Suryadi)

BAGIKAN