Kabid Budaya dan Pariwisata Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen Mustafa S.Pd.M.Pd, memberi materi pada kegiatan Seminar Revitalisasi Tari Seudati Menuju Warisan Budaya Dunia.

KABAR BIREUEN – Kabid Budaya dan Pariwisata Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen, Mustafa, S.Pd, M.Pd, menjadi pemateri pada kegiatan Seminar Revitalisasi Tari Seudati Menuju Warisan Budaya Dunia.

Seminar sehari itu, digelar Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh di Grand Aceh Hotel Syariah Banda Aceh, Kamis (16/11/2017).

Pada kesempatan itu, Mustafa memaparkan materi dengan topik “Kebijakan Pemkab Bireuen dalam Revitalisasi Tari Seudati Sebagai Warisan Budaya Dunia yang Islami”. Dalam uraian materinya, Mustafa menjelaskan, tari seudati pernah berjaya di Bireuen pada era tahun 1960, 1970 dan awal tahun 80- an.

“Seudati di Bireuen pudar akibat konflik, globalisasi dan pengaruh kemajuan teknologi, terutama elektronika dan IT. Generasi muda lebih mengenal tarian asing yang mereka anggap lebih modern dan maju. Generasi milenial yang kecanduan gadget kurang memahami lingkungan sekitar. Bermedia sosial, tetapi tidak berintegrasi sosial secara langsung, cenderung jempoler di media,” jelasnya.

Pemkab Bireuen, katanya, sangat serius melakukan revitalisasi tari seudati. Karena menyadari bahwa tari seudati adalah warisan budaya nonbenda yang merupakan kekayaan dunia.

Pemkab Bireuen melakukan langkah-langkah pembinaan dan pengembangan tari seudati. dengan melaksanakan event tahunan, dua kali dalam setahun. Tujuannya, memperkenalkan tari seudati pada generasi muda. Seudati merupakan seni tari dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mulai dari tingkat PAUD/SD/SMP dan SMA sederajat.

Data yang diperoleh Kabar Bireuen, kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Aceh, Drs. Reza Pahlevi, MM.

Para pematerinya terdiri dari Barlian AW (wartawan senior dan budayawan), Dra. Irmayani (Kabid Sejarah dan Budaya Disbudpar Aceh) dan Mustafa, S.Pd. M.Pd (Kabid Budaya dan Pariwisata Disdikpora Bireuen). Herman Suesilo)

 

 

 

BAGIKAN