Jasa penyeberangan menggunakan rakit motor di Krueng Tingkeum, Kutablang.

KABAR BIREUEN – Selama pembangunan jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, belum rampung dikerjakan, jasa penyeberangan rakit motor sangat berperan membantu kelancaran lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat.

Amatan Kabar Bireuen, Selasa (26/12/2017) pagi, truk bertonase tinggi dan bus berbadan lebar jurusan Banda Aceh – Medan dan sebaliknya, masih mengggunakan dua jalur jalan alternatif masing-masing. Jalur alternatif tersebut harus menempuh perjalanan sekitar delapan kilometer dan menyita waktu lama.

Sementara bagi kendaraan roda dua dan roda empat (minibus L-300 dan mobil pribadi) jurusan Banda Aceh – Medan dan sebaliknya, lebih memilih menggunakan jasa penyeberangan rakit motor yang beroperasi 24 jam di Krueng Tingkeum.

Menurut seorang petugas rakit motor di sana, untuk jasa penyeberangan kendaraan roda dua dikutip biaya Rp5 ribu per unit. Untuk pengemudi dan penumpangnya tidak dipungut biaya alias gratis. Sedangan minibus L-300 dan mobil pribadi ongkosnya Rp30 ribu per unit. Penumpangnya juga digratiskan.

Untuk sekali penyeberangan, rakit motor tersebut dapat mengangkut tiga unit kendaraan roda empat. Sedangkan untuk kendaraan roda dua, dapat menyeberangkan maksimum 15 unit, termasuk pengemudi dan boncengannya.

Menurut petugas rakit motor itu, jasa penyeberangan ini merupakan inisiatif warga setempat untuk membantu mengatasi kemacetan lalu lintas di jalur alternatif jurusan Banda Aceh – Medan dan juga sebaliknya. Selain itu, juga untuk membantu pengguna jalan mempersingkat jarak tempuh.

“Jika kondisi Krueng Tingkeum airnya deras, rakit motor ini ditunda dulu beroperasi untuk sementara waktu. Sebab, sangat beresiko terhadap keselamatan penumpang maupun kendaraan,” jelas petugas rakit tersebut. (Abu Iskandar)

 

BAGIKAN