KABAR BIREUEN – Iskandar Usman Alfarlaky, ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA menjenguk Maghfirah asal Desa Beuringin, Pereulak Timur, Aceh Timur, terdakwa kasus penipuan CPNS tahun 2015, beserta suami dan tiga bayi kembarnya di Rumah Tahanan (Rutan) Bireuen, Selasa (11/12/2018).

Kepada kepala Rutan dan sejumlah wartawan Iskandar menuturkan berupaya untuk dilakukannya penangguhan penahanan untuk Maghfirah karena faktor kemanusiaan melihat tiga bayi tinggal di Lapas.

“Jika mereka mau bisa kita upayakan penangguhan penahanan, dimana yang nyaman mereka, karena saya dengar tadi (dari suami Maghfirah) sepertinya mereka lebih nyaman disini (di Rutan),” katanya.

Iskandar melanjutkan, menurut pengakuan suaminya, Jafadli, mereka lebih nyaman tinggal di Rutan ketimbang di luar Rutan, karena tidak ada yang membantu menjaga bayi tersebut.

“Kalau saya dengar pengakuan suaminya, sepertinya mereka lebih nyaman di sini, ramai yang tolong bayinya, tadi saya juga lihat ibu-ibu penghuni Rutan suka gendong anak-anak tersebut, kalau tahanan rumah, sayangnya anak tidak ada yang bantu jaga, karena saudarapun tidak ada di sini,” katanya.

Di dalam Rutan, Iskandar juga meminta Maghfirah menjaga bayinya dengan baik, serta turut meminta ibu-ibu penuhi Rutan untuk mau menjaga tiga bayi itu, Ia juga mendengar sejauh mana proses di Pengadilan Bireuen. Serta memberikan sumbangan kepada mereka.

“Kita tunda dulu permohonan. Saya pikir lebih nyaman di sini, bayi -bayi ada yang bantu jagain,” kata Jafadli.(Najib Zakaria).

BAGIKAN