Ketua Umum DPP PNA , drh. Irwandi Yusuf, M.Sc

KABAR BIREUEN – Para Caleg Partai Nanggroe Aceh (PNA) agar tidak melakukan perbuatan praktik money politics (politik uang) dengan maksud dan tujuan untuk dipilih. Sesuai ajaran Islam, baik yang memberi maupun menerima suap, diharamkan.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PNA, drh. Irwandi Yusuf, M.Sc, di hadapan ratusan kader PNA pada pembukaan Konferensi Wilayah II PNA Kabupaten Bireuen di Aula Ampon Chiek Peusangan, Universitas Almuslim Peusangan, Matangglumpangdua, Bireuen, Minggu (18/3/2018).

Karena itu, Irwandi mengharapkan kepada caleg PNA agar tak melakukan suap menyuap, jika ingin dipilih.

“Perbuatan demikian jangan dilakukan. Lebih baik kalah dengan cara halal, daripada menang dengan cara haram,” kata Irwandi.

Dia juga mengharapkan, para ulama dan teungku dalam ceramah-ceramahnya, agar ikut menyampaikan hal tersebut. Jika suap menyuap, khususnya untuk memilih calon legislatif atau pemimpin, haram hukumnya.

“Itu tak perlu fatwa lagi, karena sudah jelas hukumnya dalam Alquran. Suap menyuap itu haram, baik yang memberi maupun yang menerima,” tegasnya.  (Herman Suesilo)

BAGIKAN