Kadis Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen Said Abdurrahman S Sos

KABAR BIREUEN- Pendidikan Dayah Salafi di Kabupaten Bireuen hingga saat ini masih tetap hidup dan berkembang untuk mendidik putera-puteri bangsa menjadi generasi yang Islami.

Untuk menunjang pendidikkan Dayah, Pemkab Bireuen masih terus memberikan perhatian sesuai kemampuan daerah memberikan bantuan insentif tahun 2018 bagi guru-guru di Dayah mencapai Rp 2 miliar lebih.

Selain itu Pemkab BIreuen masih melanjutkan bantuan sarana dan prasarana Dayah agar pendidikan Dayah di Kabupaten Bireuen dapat terus hidup dan berkembang dan masih diminati masyarakat untuk mendidik putera-puterinya di pendidikan Dayah.

Kadis Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen Said Abdurrahman S Sos (foto) mengatakan hal itu menjawab pertanyaan Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Senin (22/1/2018).

Dikatakan, Kabupaten Bireuen yang dikenal sebagai Kota Santri hingga saat ini memiliki empat Dayah Salafi type A, masing-masing Dayah Almadinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, Daya Mudi Mesra sebagai Dayah tertua di Aceh, Dayah Al Azziziyah putera dan puteri Samalanga dan Dayah Ummul Ayman Samalanga.

Menurut Said Abdurrahman, keempat Dayah Salafi type A memiliki santri yang mencapai 13 ribu santri dan santriwati.

Setiap Jumat yang merupakan hari libur bagi santri keempat Dayah tersebut padat dikunjungi para orang tua santri untuk menjenguk putera-puterinya di Dayah.

Para pimpinan Dayah di Kabupaten Bireuen antara lain  Tgk H. Muhammad Amin atau Abu Tumin juga pimpinan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh Kecamatan Jeumpa Bireuen, Tgk H Hasanul Basri HG yang akrab disapa Abu Mudi pimpinan Dayah Mudi Mesra, Dayah Al Azziziyah putera dan puteri Samalanga.

Disusul Tgk H Nuruzzahri yang akrab disapa Waled Nu, pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, para pimpinan Dayah lainnya yang tersebar di 17 Kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

“Sementara Dayah type B sebanyak 10 buah, type C, 8 buah dan type D 13 buah, Dayah Salafi terpadu 22 buah dan Balai Pengajian sebanyak 1.493 buah,” ujar Said Abdurrahman. (Abu Iskandar)

BAGIKAN