KABAR BIREUEN – Dewan juri Festival Parade Seni Budaya se-Kabupaten Bireuen yang terdiri dari Fikar W. Eda (penyair), Nur Mayda Atmaja (Ketua DKA) dan Ramdiana, S.Sn, M.Sn, (Dosen Unsyiah) memilih enam penyaji terbaik dan dua favorit pada festival tersebut.

Pemenang menerima thropi, piagam penghargaan serta hadiah yang diserahkan pada malam penutupan festival yang digelar Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Bireuen, Senin (5/11/2018) malam di halaman Meuligoe Bupati Bireuen.

Enam penyaji terbaik yaitu, kesenian Rabbani Wahed dari sanggar Rabbani Wahed Kecamatan Samalanga, Rapai dari Sanggar Geunta Aceh, Kecamatan Jangka, Seudati dari Sanggar Syeh Dan Geunta, Kecamatan Kota Juang.

Selanjutnya, apai Debus dari Rapai Singa Batee Kecamatan Peusangan Selatan, Rapai Pulot Grimpheng dari sanggar Rapai Jeumpa Puteh, Kecamatan Kutablang dan Seudati dari Sanggar Muda Sebaya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.

Sementara dua penyaji favorit adalah kesenian Dalail Khairat dari Sanggar Al Fata Gampong Blang Lancang, Kecamatan Jeuneib serta Meureukon dari Sanggar Nazam Raja Jeumpa, Kecamatan Jeumpa.

Hadiah diterima camat dari masing-masing pemenang festival yang diserahkan pejabat Forkipimda Bireuen.

Sementara kecamatan yang belum berhasil menjadi penyaji terbaik dan favorit juga mendapatkan hadiah, yang diserahkan Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen, Drs Muhammad Nasir M.Pd.

Pada malam penutupan tersebut, juga ada penampilan dari ketua Dewan jurio Fikar W Eda dengan membawakan puisi Sepiring Mie Aceh, Secangkir Kopi Gayo ditemani Muhammad Yusuf Bombang alias Apa Kaoy.

Penampilan penyair nasional asal Gayo tersebut mendapat perhatian dari ratusan penonton yang menghadiri malam penutupan festifal parade seni budaya tersebut. (Ihkwati)

BAGIKAN