Ketua Tim Pemenangan Irwandi-Nova 2017,Samsul Bahri alias Tiyong

KABAR BIREUEN– Dewan Pengurus Wilayah Partai Nanggroe Aceh (PNA) Kabupaten Bireuen telah melaksanakan Konferensi Wilayah (Konferwil) II pada Minggu (18/3/2018).

Dalam Konferwil yang dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP PNA, Irwandi Yusuf tersebut telah terpilih Salahuddin alias Toke Din sebagai Ketua DPW PNA Bireuen periode 2018 – 2023 yang ditetapkan secara aklamasi.

Penetapan secara aklamasi dikarenakan hingga batas akhir pengajuan calon oleh pihak Dewan Pengurus Kecamatan (DPK), hanya dialah sendiri yang memenuhi syarat dukungan minimal untuk dipilih menjadi Ketua DPW.

Terkait terpilihnya Toke Din dalam Konferwil, Ketua Harian DPP PNA, Samsul Bahri atau Tiyong kepada Kabar Bireuen, Senin (19/3/2018) menyampaikan selamat atas terpilihnya Salahuddin (Toke Din) sebagai Ketua DPW PNA yang baru. Dia bukanlah orang baru di jajaran pengurus PNA Bireuen.

“Saya kenal betul dengan Toke Din. Kami telah lama terlibat kerja sama membesarkan partai sejak awal-awal partai ini didirikan. Saya Ketua DPW, beliau Bendaharanya. Karenanya, saya punya keyakinan bahwa Toke Din akan mampu membawa PNA Bireuen meraih kesuksesan,” ungkapnya.

Dalam masa-masa sulit di Pileg 2014 yang lalu saja, PNA Bireuen mampu menjadi pemenang kedua setelah PA. Bahkan PNA memperoleh kursi pimpinan di DPRK. InsyaAllah di Pileg 2019 dengan ikhtiar dan doa dari segenap kader, PNA akan menjadi partai pemenang Pemilu di Kabupaten Bireuen. Tentu dengan perolehan kursi yang jauh lebih banyak.

Tiyong berharap, Toke Din beserta tim formatur yang telah terpilih agar mampu menyusun kepengurusan yang representatif dan solid. Rangkul dan akomodir semua kader yang punya potensi.

Kemudian segera bergerak melakukan langkah-langkah strategis menuju pemenangan Pileg 2019. Yang paling dekat adalah pengusulan dan penyusunan Bakal Caleg. Semoga dengan kekompakan dan kebersamaan, PNA akan benar-benar berkibar di Kabupaten Bireuen.

Pada kesempatan itu, mantan Ketua DPW PNA Bireuen itu juga menyinggung ketidakhadirannya pada Konferwil tersebut karena kondisi yang tak memungkinkan, Disamping dirirnya yang kurang sehat, anaknya juga sedang sakit.

“Saya berhalangan hadir disebabkan oleh kondisi yang tidak memungkinkan. Padahal jauh-jauh hari saya sudah mempersiapkan diri untuk dapat berhadir. Namun apa hendak dikata, keadaanlah juga lah yang memaksa. Kondisi kesehatan saya pribadi dan salah satu dari anak saya menjadi alasan kenapa saya tak bisa hadir. Ulon tuan kureung sehat, aneuk pih na yang saket. Untuk alasan tersebut, saya mohon pengertian serta kemaafan atas ketidakhadiran saya kepada segenap pengurus dan kader PNA Bireuen,” pintanya.

Pun demikian, dia sangat bahagia dan berbangga hati ketika menerima kabar bahwa acara tersebut berlangsung sukses tanpa kendala yang berarti.

Sebagai Ketua Harian DPP PNA, tentu dia sangat mengapresiasi prestasi segenap pengurus PNA se Kabupaten Bireuen yang telah menyelenggarakan Konferwil secara demokratis. Hal ini membutikan bahwa kader PNA Bireuen telah menunjukkan spirit dan jati diri partai sebagai partai kader yang modernis. (Ihkwati)

 

BAGIKAN