KABAR BIREUEN – Sebanyak 150 guru pengajian mengikuti pelatihan Tahsin Quran di Hall Syamsuddin As-Sumatrani, Islamic Center selama dua hari, Sabtu dan Minggu (7-8/4/2018).

Acara ini berjalan sukses atas kerja sama Yayasan Pendidikan Al Markazul Islami (YPAI) dan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh.

Ketua YPAI Tgk. Abdul Halim, Lc, LL.M dalam sambutannya mengatakan, yayasan yang dipimpinnya itu berawal dari TPA yang digerakkan remaja mesjid. Pada awalnya santri disini mencapai 600, kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mengayomi TPA, TKA dan Madrasah Diniyah.

“Karena santri terus bertambah, kemudian berkembang menjadi yayasan yang memiliki sekolah formal. Seperti SDIT, SMPIT dan Dayah Tahfizul Qur’an Islamic Centre. Sekarang, Alhamdulillah sudah mencapai 1.300 santri yang berada di bawah Yayasan PAI,” katanya.

Dengan dilaksanakannya pelatihan dengan Daurah Tahsin seperti ini, Tgk. Abdul Halim berharap, kemampuan para ustaz dan ustazah terus meningkat.

Sementara itu ketua IKAT Kota Lhokseumawe, Ustaz Dedi Sukma, Lc mengatakan, pelatihan tahsin Quran tersebut dinilai penting dan bermanfaat bagi guru mengaji. Pelatihan ini juga, katanya, berlangsung lancar karena para pemateri adalah orang Aceh, dan memahami kondisi orang Aceh.

Mewakili Walikota Lhokseumawe, Tgk Maksalmina, MH berharap agar pelatihan seperti ini perlu diadakan lagi di wilayah Kota Lhokseumawe.

“Mari kita mulai membangun Syariat Islam di Aceh dengan Al-Quran. Bagaimana membangun syariat Islam, jika baca Al-Quran saja belum bisa,” demikian antara lain disebutkan Tgk Maksalmina.

Secara terpisah, Ketua IKAT Aceh Ustaz Muhammad Fadhil Rahmi, Lc menuturkan, untuk menyukseskan acara tersebut IKAT mengirim tim tahsin dari Banda Aceh, yaitu Tgk. Mujtahid, Lc, MA, Tgk. Ahmad Syukran, Lc, MA, Tgk. Mahfuz An-Nur, Lc, Tgk. Muhammad Yasin Jumadi, Lc, Tgk. Fakhrurrazi Usman, Lc dan Tgk. Irwansyah, Lc.

“Para peserta yang telah mengikuti tahsinul Qur’an ini, nantinya akan dibimbing secara berkala oleh Tim Tahsin IKAT Tingkat Kota Lhokseumawe,” demikian penjelasan singkat pria yang kerap mendampingi tabligh akbar Ustaz Abdul Somad (UAS) selama di Aceh. (Najib Zakaria)

BAGIKAN