KABAR BIREUEN – Setelah melaksanakan pelatihan tahsin Quran di Bireuen dan di Bener Meriah pada minggu lalu, pekan ini IKAT Aceh dengan dua tim yang berbeda melanjutkan pengabdian keilmuannya di Langsa dan Samalanga, Bireuen.

Kali ini IKAT melakukan pelatihan bahasa Arab kepada 32 pengajar dan teungku teungku di dayah Riyadhul Mubarak Al-idrisiyah selama dua hari, Rabu dan Kamis, (22-23/11/2017).

Ketua Lembaga Bahasa dan Terjemah IKAT, Tgk. Hanasuddin dalam pelatihan tersebut mengajak peserta  mengkaji bagaimana mewujudkan empat kemahiran befbahasa Arab, mendengar, bicara, terjemah dan mengarang.

Tgk. Tarmizi, mewakili peserta dan juga dari unsur pimpinan dayah menuturkan peserta sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Sebelumnya pelatihan Tahsin, sekarang bahasa Arab, kedepan kami minta kepada IKAT untuk dilatih ilmu mawarits atau faraidh,” katanya.

Menyahuti permintaan tersebut, ketua IKAT Aceh, Tgk. H.  Muhammad Fadhil Rahmi, Lc akan berupaya melaksanakannya dengan kemampuan yang ada.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Tim Mawarits IKAT Aceh melaksanakan pelatihan kepada para imam, dosen dan mahasiswa di IAIN Langsa.

Pelatihan yang diisi oleh Tgk. Gamal Akhyar tersebut di ikuti oleh puluhan peserta, dibuka  Wakil Rektor I IAIN Langsa, Drs. Basri Ibrahim.

Dalam pelatihan tersebut, Tgk. Gamal mengupas tentang segala hal terkait pembagian harta warisan. (REL/Najib Zakaria)

BAGIKAN