KABAR BIREUEN – Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) Provinsi Aceh, Sabtu malam (7/9/2019) di halaman Meuligoe Bireuen, diwarnai hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Bireuen.

Meskipun demikian, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan defile kontingen dari 23 kabupaten/kota, terus memuncak.

Dalam derasnya hujan, masyarakat sesaki halaman Meuligoe Bireuen untuk menyaksikan pertunjukan kolosal “Meusaho”.

Noviati MR, penulis naskah sekaligus penata garapan pertunjukan kolosal tersebut kepada Kabar Bireuen, Minggu (8/9/2019), menyebutkan, pertunjukan ini mengkolaborasikan Teatrikal Puisi “Inilah Aceh” dan Tari “Meusaho” yang menggambarkan Bireuen sebagai segitiga emas, pusat perekonomian dan kebudayaan di Aceh.

Pertunjukan ini nyatanya mampu menghipnotis penonton yang bertahan di bawah guyuran hujan lebat.

“Saya dibantu oleh tim kerja Rangkang Sastra Bireuen dengan dramaturg Beni Arona, stage manager Ferry, Penata Tari Candra, penata musik Taufiq, penata aktor Muchsalmina, penata kostum dk Banson dan K”Dyla serta penata cgd Zahratul Hasni,” sebutnya.

Dikatakan Novi, tim ini luar biasa. Anak-anak yang didominasi oleh siswa- siswi SMKN 1 Bireuen, SMKN 1 Peusangan dan SMK Kesehatan Muhammadiyah Bireuen. Dalam hujan, mereka tetap tampil maksimal.

Garapan pertunjukan kolosal tersebut langsung di bawah produksi Drs. M. Nasir, M.Pd (Kadisdikpora Bireuen) dan pengarah M. Yusuf, S.Pd (Ketua MKKS SMK Bireuen).

Acara ini menjadi puncak kegiatan pembukaan LKS SMK Provinsi Aceh yang dilaksanakan  di Bireuen. (Ihkwati)

BAGIKAN