KABAR BIREUEN – Hasil penelitian lapangan dari Lembaga Bahasa dan Terjemah Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh di sekolah-sekolah tingkat SD, SMP dan SMA se Banda Aceh ternyata banyak masih banyak ditemukan penulisan ‘kata-kata bijak/kata hikmah’ yang keliru.

Hal ini dipaparkan ketua IKAT Aceh, Ustaz H M Fadhil Rahmi Lc saat menjadi pembicara di Aula Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kamis, (20/12/2018), pada acara penguatan penulisan kata hikmah dalam tiga bahasa di lingkungan sekolah.

Fadhil menjelaskan, objek penelitian adalah penulisan kata-kata hikmah dalam bahasa asing, baik bahasa Arab maupun Inggris. Adapun yang diteliti mencakup uslub/struktur, spelling/syakal, grammar dan terjemahan.

“Sebanyak 87 SD, 35 SMP dan 39 SMA/SMK didatangi oleh tim dan ada 1359 objek penelitian. Kita teliti semua yang terdapat dalam lingkungan sekolah, baik yang tertampang di depan kelas, tertulis di dinding maupun pada wadah lainnya,” kata Fadhil di hadapan peserta yang terdiri dari mahasiswa Jurusan Bahasa dan praktisi pendidikan.

Melihat fakta tersebut, idealnya kata Fadhil, dalam hal ini perlu adanya perhatian dari pemengang kebijakan, khususnya dinas pendidikan tingkat kabupaten/Kota maupun provinsi, begitu juga Kementrian Agama RI yang membawahi sekolah-sekolah agama.

“Untuk menghindari dan menghentikan pengulangan kesalahan, kami rekomendasikan agar ada verifikasi dari lembaga legal dan kompeten terhadap penggunaan dan pemakaian bahasa asing, tidak hanya di sekolah namun juga disegala lini,” pinta Fadhil.

Selain Fadhil, hadir juga sebagai pemateri Khairurrazi, Kepala SMA 1 Banda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, yang diwakili Zulkifli, Dr. Fikri Sulaiman, Lc, MA, pakar bahasa. Hadir juga, Thaharuddin, wakil dari Kanwil Kemenag RI. (Najib Zakaria)

BAGIKAN