Pedagang beras di Pasar Sabtu Bireuen

KABAR BIREUEN- Sudah menjadi tradisi bagi pengusaha kilang padi di Kabupaten Bireuen setiap musim paceklik mengambill kesempatan menaikkan harga beras untuk meraih keuntungan besar tanpa peduli terhadap fakir miskin .

Untuk mengatasi harga beras di musim penceklik hingga menjelang masa penen yang mencekik leher, masyarakat miskin minta pihak Perum Bulog Lhokseumawe berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota perlu segera melaksanakan operasi pasar (OP) di Kota BIreuen dan Kota-kota Kecamatan.

Pantauan Kabar Bireuen Sabtu (30/12/2007) stok beras di beberapa kilang padi di Kabupaten Bireuen dan stok beras di setiap toko penjual sembako di kota Bireuen dan sekitarnya masih melimpah, namun harganya terus naik melambung.

Harga beras di toko-toko pedagang sembako kota Bireuen sejak memasuki musim paceklik untuk beras medium kualitas nomor satu seperti beras Cap Panah, UB dari harga sebelumnya Rp 145 ribu per sak ukuran 15 Kg sekarang dijual Rp 162 ribu per sak.

Beras kualitas Nomor 2 dari harga Rp 138 ribu per sak dijual Rp 155 ribu per sak, naik rata-rata Rp 17 ribu per sak.

Sedangkan beras Bulog yang harganya lebih murah sudah habis tidak tersedia lagi di tokoh pedagang sembako.

Sumber yang diperoleh dari beberapa pedagang penjual sembako di Pasar Sabtu Bireuen mengatakan, pedagang menjual beras Rp 162 ribu per sak berdasarkan harga beli dari pengusaha kilang padi dengan harga tinggi.

“Ini sudah menjadi tradisi bagi pengusaha kilang padi setiap memasuki musim paceklik petani turun ke sawah melaksanakan musim tanam hingga menjelang memasuki masa panen, mereka menaikkan harga beras melambung tinggi untuk meraih keuntungan lebih besar,” sebut salah seorang pedagang.

Ti Aminah seorang janda miskin ditemui Kabar Bireuen di sebuah toko di Pasar Sabtu Bireuen hendak membeli beras Bulog yang lebih murah tapi tidak tersedia,terpaksa membeli beras kualitas nomor dua satu bambu dengan harga Rp 15 ribu per bambu.

Dia sangat berharap agar pihak Bulog dapat segera melaksanakan operasi pasar di kota Bireuen dan sekitarnya.

“Agar kami fakir miskin yang tidak mampu membeli beras kualitas baik dengan harga melambung tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup dapat membeli beras Bulog yang harganya lebih murah,” harap Ti Aminah. (Abu Iskandar)

BAGIKAN