KABAR BIREUEN – H. Jamaluddin A. Gani, menyatakan, dirinya patuh dan memenuhi semua kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku dalam membangun pertokoan di lahan PT KAI, kawasan Jalan T. Hamzah Bendahara, Bireuen.

Karena itu, dia tak sependapat, kalau ada yang mengklaim, daerah tidak mendapat pemasukan atau keuntungan dari pemanfaatan lahan tersebut. Hanya dengan alasan, lahan itu dimanfaatkan secara pribadi dan tidak melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dalam pembangunan pertokoan tersebut.

“Jelas ada pemasukan untuk daerah. Pajak dan segala kewajiban lainnya, kami bayar di sini. Begitu juga nantinya kalau pertokoan itu sudah selesai dibangun, kami sewakan untuk masyarakat di sini. Perekonomian masyarakat akan berkembang dan tentunya akan menambah lagi pemasukan dari mereka untuk Pemkab Bireuen,” ungkap pengusaha yang akrab disapa Haji Jamal 88 ini saat dikonfirmasi Kabar Bireuen via telepon seluler, Kamis (27/9/2018) sore.

Dijelaskan Haji Jamal yang mengaku sedang berada di Jakarta, lahan itu telah disewanya dari PT KAI sekitar sepuluh tahun lalu (2008) selama 25 tahun (hingga tahun 2033). Waktu itu sebagian lahan di bagian timur (depan Meuligoe Bireuen) telah dibangun pertokoan, sesuai Izin Mendirikan Banguan (IMB) yang dimilikinya. Sedangkan sebagian lagi di sebelah barat, belum dapat dimanfaatkan dan ditunda dulu pembangunannya. Sebab, di lahan tersebut masih dipakai masyarakat sebagai tempat berjualan.

Jadi, menurut dia, karena lahan itu telah disewanya dari PT KAI dengan uang pribadi, tentu saja dia yang berhak memanfaatkannya secara pribadi juga. Bukan pihak lain. Dengan tetap mentaati segala aturan yang berlaku dalam pendirian bangunan tersebut.

“Kalau IMB sudah kami miliki sejak sepuluh tahun lalu, karena pertokoan yang sedang kami bangun sekarang, IMB-nya satu dengan pertokoan di sebelah timur yang telah kami bangun. Sekarang, IMB tersebut tinggal direvisi saja,” jelasnya.

Menurut Haji Jamal, Pemkab Bireuen sudah tahu persis terkait lahan itu yang telah lama disewakannya dari PT KAI secara sah. Makanya, kata dia, ketika saat ini dilanjutkan lagi pembanguan pertokoan di sisa lahan tersebut, tidak dipermasalahkan. Pembangunan pertokoan tersebut, juga sudah mulai dikerjakan.

Sebagaimana telah diberitakan Kabar Bireuen sebelumnya, DPRK Bireuen mempertanyakan pemanfaatan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) oleh pihak ketiga, H. Jamaluddin A. Gani, di Jalan T. Hamzah Bendahara, Bireuen.

Seharusnya, lahan itu memberi income (pemasukan) bagi daerah, tak hanya untuk kepentingan pribadi saja.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi D (Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Teknologi) DPRK Bireuen, Dahlan ZA yang didampingi Koordinator Komisi D dan juga Wakil Ketua DPRK Bireuen, Drs Muhammad Arif, dalam jumpa pers dengan wartawan, Kamis (27/9/2018) siang di kantor dewan setempat. (Suryadi)

 

 

BAGIKAN