KABAR BIREUEN- Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.ALD menyerahkan sertifikat tanah wakaf secara simbolis kepada masyarakat.

Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan disela-sela kegiatan kenduri Maulid Akbar yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Kamis (28/2/2019) di Kantor Pusat pemerintahan setempat.

Selain itu, menteri sofyan Djalil juga menyerahkan santunan kepada ratusan anak yatim, didampingi Bupati Bireuen H Saifannur S.sos, Wali NanggroeMalik Mahmud Alhaytar, Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Waled Nuruzahri atau Waled NU.

Sofyan A. Djalil dalam sambutannya pada peringatan maulid tersebut menyebutkan, berdasarkan perintah dari presiden Indonesia, Joko Widodo, kepada dirinya,  sertifikat tersebut harus dibagi sebanyak mungkin dan secepat mungkin.

Dikatakannya, dengan adanya sertifikat, maka ada sangat bermanfaat bagi  masyarakat dalam semua hal.

“Di kota besar, seperti Jakarta misalnya pasti ada ada sengketa tanah, masyarakat yang tak memiliki sertifikat, maka akan susah dan kesulitan jika ingin menjual tanahnya. Jika ada tanah kosong, maka mafia tanah akan mengklaim tanah tersebut. Dengan dibuatkan sertifikat palsu,” ungkapnya.

Karena itulah, Presiden menginginkan tanah masyarakat di seluruh Indonesia mmiliki sertifikat. Karena itu untuk meningkatkan harkat dan martabat.

“Pada tahun 2017, kita telah membagi sertifikat sebanyak  5,4 juta, pada 2018 sebanyak 9,3 juta dan tahun ini , minimal 10 juta dan maksimal 12 juta sertifikat. Karena target kita tahun 2025 paling lama seluruh tanah di indonesia sudah disertifikat,” jelasnya.

Sofyan Djalil mengungkapkan,  dia pernah mendengar cerita di Pidie, masyarakat yang tak punya sertifikat , jika menjual tanahnya melalui Bank 47. Bunganya selangit. Hasil usahanya malah lebih banyak keluar untuk emmbayar bunga.

Diakhir sambutannya, Sofyan Djalil mengharapkan semoga Bireuen menjadi matahari yang cerah dari Aceh.

Sebelumnya, Bupati Bireuen Saifannur dihadapan ribuan tamu undangan menyampaikan, Bireuen tak akan bisa dibangun seorang diri, melainkan harus secara bersama-sama.

“Han ek tapeugot Bireuen meunyo sidro teuh,. Jadi agarBireuen maju dan makmur harus dibangun bersama-sama. Insya Allah jika bersama kita pasti bisa,” sebutnya.

Hikmah maulid disampaikan oleh Ustad Ramadhan Ariega, S.Hi yang akrab disapa Ustad Ramadhan India.

Pada maulid Pemkab Bireuen menyediakan 1 ton daging guna menjamu sekitar 12 ribu tamu dari berbagaia kalangan dan masyarakat desa di Bireuen.

Diperkirakan  ada 12 ribu tamu undangan, baik dari ulama, serta santri dayah dan masyarakat dari  609 desa dari 17 kecamatan di Bireuen menghadiri kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Tampak hadir pada peringatan maulid tersebut, Wali Nanggroe,  Ketua Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen (IMKB), Darwati A. Gani, dari Forum Kerukunan Masyarakat Kabupaten Bireuen (FKMB) Medan serta undangan lainnnya. (Ihkwati)

BAGIKAN