IRWANDI YUSUF

KABAR BIREUEN – Gubernur Aceh, drh. Irwandi Yusuf, M.Sc memastikan, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Aceh akan dibangun di Kabupaten Bireuen. Tidak ada kesimpangsiuran lagi lokasinya antara Kabupaten Bireuen dengan Aceh Besar.

“Sudah ada kepastian, Kampus IPDN Regional Aceh akan dibangun di Bireuen,” ungkap Irwandi kepada wartawan di ruang kerja Rektor Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, Minggu (18/3/2018) siang, seusai membuka Konferensi Wilayah II Partai Nanggoe Aceh (PNA) Kabupaten Bireuen.

Irwandi menegaskan, tidak ada persoalan lagi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang juga berambisi agar kampus tersebut dibangun di sana. Sebab, dia mengaku, dirinya sudah memanggil Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, untuk memberikan perjelasan terkait masalah tersebut.

“Saya tanyakan, sudah berapa perguruan tinggi berdiri di Aceh Besar? Unsyiah di sana dibangun, UIN Ar-Raniry di sana dibangun, sekolah perikanan di sana dibangun, ISBI di sana dibangun dan juga instansi pemerintah lainnya. Kurang apa lagi? Saya katakan, saya ingin adanya pemerataan pembangunan. Jangan semuanya dibangun di Aceh Besar,” sebut Irwandi, sebagaimana disampaikannya pada Bupati Mawardi Ali beberapa waktu lalu.

Jadi, menurut Irwandi, sekarang tidak ada lagi persoalan terkait lokasi pembangunan Kampus IPDN tersebut yang selama ini saling ‘berebutan’ antara Bireuen dengan Aceh Besar. Kecuali, katanya, Bupati Bireuen H. Saifannur, S.Sos mengangkat tangan (tidak menyanggupinya-red).

Meski begitu, dia tidak bisa memastikan kapan kampus tersebut dibangun. Sebab, itu tergantung pada keputusan dan juga kemampuan keuangan Pemerintah Pusat.

Sebelumnya, kepastian tersebut juga dikemukakan Bupati Saifannur dalam pertemuan silaturahmi dengan wartawan di meuligoe setempat, Senin malam (5/3/2018). Dia mengatakan, sudah dapat dipastikan sembilan puluh lima persen Kampus IPDN Regional Aceh akan dibangun di Bireuen.

“Namun, di mana lokasi lahannya, tidak bisa kita beritahukan sekarang. Sebab, ditakutkan nanti akan muncul broker-broker tanah. Yang jelas, lokasi lahannya di Kabupaten Bireuen, antara Kecamatan Gandapura hingga Samalanga,” jelas Saifannur.

Pemerintah Kabupaten Bireuen memang telah mengalokasikan dana Rp25 miliar untuk pembebasan lahan Kampus IPDN. Anggaran sebesar itu diprioritaskan dalam APBK Bireuen 2018. (Suryadi)

 

BAGIKAN