KABAR BIREUEN – Sebagai bentuk kepedulian sosial, sejumlah pelajar dan mahasiswa yang bergabung dalam Relawan Pelajar Bireuen (RPB) serta Gerakan Almuslim Peduli (GAP), menyerahkan bantuan kepada Siti Hajar (41), perempuan penderita kanker lidah di kawasan pedalaman Kabupaten Bireuen.

Bantuan sejumlah uang tunai itu diserahkan sejumlah anggota RPB dan GAP kepada Siti Hajar yang dalam kondisi sangat memprihatinkan di kediamannya, Desa Blang Rheum, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Sabtu (4/8/2018).

Ketua RPB, Mufazzal, dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen, menjelaskan, bantuan itu untuk membantu Siti Hajar yang sudah lama terbaring tak berdaya didera penyakit kanker lidah. Tubuhnya sudah kurus-kering, tinggal kulit pembalut tulang

“Kami sangat prihatin melihat kondisi kesehatan ibu Siti Hajar. Tujuan utama kami menyerahkan bantuan ini adalah untuk saling membantu sesama. Sebab, kami dari RPB dan GAP adalah pelajar-pelajar dan mahasiswa-mahasiswa yang berjiwa sosial,” ungkap Mufazzal.

Bantuan tersebut, kata dia, berasal dari sumbangan masyarakat Kabupaten Bireuen yang dikumpulkan para anggota RPB dan GAP melalui penggalangan dana di kawasan Simpang Empat Bireuen selama seminggu. Selain itu, juga sumbangan para siswa yang berasal dari beberapa SMK, SMA dan MA dalam Kabupaten Bireuen.

“Kondisi ibu Siti Hajar yang sedang menderita kanker dan sangat membutuhkan bantuan, kami ketahui dari warga sekitar dan juga media sosial facebook. Lalu, kami sepakat menggalang dana untuk bisa membantu meringankan penderitaan ibu Siti Hajar,” sebutnya.

Menurut Mufazzal, berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya, Siti Hajar sudah menderita kanker lidah sekira lima tahun lalu. Selama ini, dia berobat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Setiap sebulan sekali, Siti Hajar harus menjalani kemoterapi di rumah sakit tersebut. Hingga kini, dia sudah menjalani kemoterapi sebanyak lima kali.

Sementara keluarga Siti Hajar tergolong kurang mampu. Suaminya tidak punya pekerjaan tetap, hanya bekerja serabutan. Mereka punya tanggungan lima orang anak.

“Semoga dengan adanya gerakan peduli dari kami RPB dan GAP ini, pihak pemerintah bisa lebih peka terhadap permasalahan sosial dan kesehatan yang sedang dihadapi masyarakat. Terutama, masyarakat yang sedang penderita penyakit kronis  di pedalaman sana. Seperti yang sedang dialami ibu Siti Hajar ini,” harap Mufazzal. (Suryadi)

 

 

BAGIKAN