KABAR BIREUEN – Setelah melalui tahapan penyelidikan, terungkap, motif utama pelaku (pria berinisial HS) menyiram tubuh istrinya, Miswani, dengan air panas, diduga karena faktor kecemburuan.

Selain itu, tersangka yang berusia 60 tahun itu, juga kesal terhadap korban. Sebab, sang istri hendak menggugat cerainya.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan, SIK., M.Si, melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama, SH, mengemukakan hal itu kepada wartawan, Rabu (2/1/2019) malam, terkait perkembangan penanganan kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut.

“Makanya, tersangka ingin membuat korban cacat, supaya tidak ada lagi orang yang mau menikah dengan korban. Saat ini, korban sedang menjalani operasi di RSUZA Banda Aceh,” jelas Eko Rendi.

Akibat perbuatannya itu, menurut Eko, tersangka akan dijerat dengan Pasal 44 UU nomor 23 tahun 2004. Ancaman hukumannya, 10 tahun penjara.

Menurut informasi, sebut Eko lagi, sebelumnya pelaku juga pernah mencoba membakar rumahnya. Saat itu, dia dan istrinya sedang berada di dalam kamar. Tersangka menyiapkan tabung gas dan disiram dengan minyak. Namun, tindakan itu berhasil digagalkan oleh anaknya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, tersangka HS diduga telah melakukan tindak pidana KDRT. Pelaku menyiram tubuh istrinya, Miswani, dengan air panas di rumahnya, Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (29/1/2018) lalu.

Akibat tindakan kekerasan suaminya itu, korban mengalami luka bakar yang serius, sehingga harus dioperasi. (Suryadi)

 

BAGIKAN