Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto SE.,SH

KABAR BIREUEN – Kasus pembacokan yang menyebabkan korban meninggal dunia di Desa Buket Sudan, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, merupakan salah satu kasus menonjol selama tahun 2017 di wilayah hukum Polres Bireuen.

Ada lima kasus menonjol yang terjadi sepanjang Januari- Desember 2017 yang ditangani Polres Bireuen dan beberapa sudah lengkap (P21).

Hal itu dipaparkan Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto SE., SH dalam press release akhir tahun 2017 di Mapolres setempat, Jumat (29/12/2017).

Dikatakannya, kejadian pembacokan yang terjadi pada 27 Agustus 2017 sekira pukul 17.00 WIB di sebuah kebun di Desa Buket Sudan, Peusangan Siblah Krueng itu dilakukan istri muda dari Rusli yang bernama Herawati Sulaiman terhadap istri tua, Darmawati.

Riza Yulianto menyebutkan, selain kasus tersebut, sejumlah kasus menonjol lainnya yang ditangani Polres Bireuen adalah penculikan dengan menggunakan senjata api di Desa Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada.

“Kasus penculikan dengan menggunakan senjata api AK-47  terhadap korban Harmaili oleh tersangka Razali. Pada Jumat 8 September 2017 pukul 16.20 WIB, telah terjadi Tindak Pidana Kejahatan terhadap kemerdekaan seseorang (penculikan) disertai pemerasan menggunakan senjata api. Tersangka ditangkap tim Opsnal Polres Bireuen pada Rabu 13 September 2017 pukul 08.00 WIB di Kota Langsa. Kasus ini sudah P21,” ungkap Kapolres.

Kasus lainnya yang menonjol, katanya, terkait permasalahan pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga pada 17 Oktober 2017 sekira pukul 20.15 WIB, terjadi pembakaran  balai/pondok tempat istirahat pekerja bangunan dan tiang pondasi Masjid Taqwa Muhammadiyah oleh massa yang menolak pembangunan masjid tersebut.

“Upaya yang telah dilakukan, pada 18 Oktober 2017  di Opproom Pendopo Bupati Bireuen telah dilaksanakan rapat/pertemuan penyelesaian masalah antara pihak Muhammadiyah dengan perwakilan masyarakat Kecamatan Samalanga yang menolak pembangunan masjid,” sebut Riza Yulianto.

Lalu ada kasus permasalahan perbedaan pendapat/pemahamam tentang ajaran agama Islam menyangkut Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) di Desa Asan Bideun, Kecamatan Peusangan, yang terjadi pada 22 Mei 2017, yaitu percobaan pembakaran satu balai pengajian MPTT milik Tgk Sulaiman.

Dijelaskan Riza, munculnya permasalahan tersebut karena danya perbedaan/pemahaman tentang ajaran agama islam menyangkut MPTT antara Tgk Sulaiman (45), guru pengajian (mantan Pimpinan Misbahul Fata) Asan Bideun dengan warga masyarakat setempat.

“Kita telah rapat mediasi antara perangkat desa, kelompok masyarakat serta para jamaah pengajian untuk mencari solusi atau jalan keluar terhadap kejadian tersebut serta mengantisipasi terjadinya kerusuhan/kericuhan di desa itu,”  jelasnya.

Dan kasus menonjol lainnya, pengrusakan balai pengajian milik Tgk Sulaiman di Desa Asan Bideun yang dilakukan tersangka Abd Bin T CS pada 3 Desember 2017 sekira pukul 13.30 WIB dengan cara menggergaji balai pengajian tersebut menggunakan mesin sinsaw, palu dan alat lainnya.

Tersangka melakukannya karena menduga balai pengajian tersebut mengajarkan aliran sesat, akibat kejadian itu, Tgk Sulaiman mengalami kerugian materil sebesar Rp60 juta.

“Sat Reskrim Polres Bireuen telah melakukan penangkapan terhadap tersangka Abd Cs dan menyita barang bukti. Proses penyelidikan sedang berjalan untuk perkara sudah dikirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Bireuen,” katanya.

Selain kasus menonjol tersebut, sejumlah kasus lainnya juga ditangani pihaknya, yaitu pencurian, perlindungan anak, penganiayaan, penipuan, cunramor, perjudian, khalwat, pencabulan, penyerobotan tanah, KDRT, pemalsuan surat, pemerkosaan, pembunuhan, membawa lari wanita dan beberapa kasus lainnya.

Secara umum, sebutnya lagi, pelaksanaan tugas kepolisian jajaran Polres Bireuen telah berjalan dengan baik. Polres Bireuen siap mengamankan Tahun Baru 2018, dengan mengedepankan pola pengamanan dan cara bertindak dengan benar.

“Kita akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, sehingga dapat besinergi dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” pungkasnya. (Ihkwati)

BAGIKAN