KABAR BIREUEN– Lama tidak terdengar kabarnya, Edi Saputra atau biasa disapa Edi Obama yang ditemui media ini Sabtu, (9/2/2019) mengatakan, dirinya masih eksis dan tetap aktif dalam kancah politik.

Meskipun demikian, pria parlente berkacamata ini mengatakan, sampai saat ini belum menentukan sikap ke partai politik mana hatinya akan berlabuh pasca diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua Demokrat Bireuen.

Menurut Edi Obama, kali ini dia tidak ingin tergesa-gesa untuk bergabung ke salah satu partai politik, baik itu partai lokal maupun partai nasional. Walaupun banyak sekali tawaran yang datang menghampirinya, baik untuk level pusat, provinsi maupun di kabupaten.

“Belajar dari pengalaman yang ke belakang, saya harus sangat hati-hati, bukan tanpa alasan, bagaimana saya membesarkan, menghidupkan mesin partai, tapi malah pemecatan yang saya terima. Karena itulah saat ini saya lebih fokus untuk kegiatan kemanusiaan, yaitu melalui Palang Merah Indonesia (PMI),” ujar Edi Obama yang merupakan Ketua PMI Bireuen ini.

Ditambahkan Edi, sebenarnya politik itu tidak kejam, tapi oknumlah yang kejam dalam menjalankan politik itu sendiri, makanya menurut dia jangan sampai karena perbedaan politik dapat memutuskan silaturahmi dan persaudaraan, karena pada hakikatnya politik itu adalah kepentingan.

“Saya hanya ingin mengingatkan kembali masyarakat, bagaimana salah satu partai besar memperlakukan saya. Setelah semua keinginan mereka tercapai, saya disingkirkan, ini semua saya sampaikan agar menjadi suatu pertimbangan dalam menentukan pilihan pada 17 April 2019 mendatang,” pesan Edi Obama.

Sedikit memberi bocoran, sebagai komitmen bahwa dirinya masih eksis di politik, beberapa waktu lalu, Edi Obama juga melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan salah satu petinggi partai lokal di Aceh.

“Prinsipnya saya ingin partai lokal di Aceh bersatu dan kuat, supaya eksistensi keacehan bisa lebih terasa gregetnya. Penting sekali posisi tawar kita kuat dengan Jakarta, tetapi kalau kita di Aceh tidak bersatu, maka impian itu akan memudar. Jakarta akan tetap memandang Aceh sebelah mata,” pungkas Edi Obama. (REL)

BAGIKAN