Edi Saputra alias Edi Obama

KABAR BIREUEN – Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, kasak-kusuk tentang sosok yang layak untuk menjadi wakil rakyat sudah mulai diperbincangkan masyarakat. Baik itu di warung-warung kopi, jambo jaga (pos siskamling), perkantoran maupun tempat-tempat mangkal masyarakat lainnya.

Di antara sejumlah nama yang berkembang, khususnya di Kabupaten Bireuen, sosok Edi Saputra (pengusaha muda setempat) yang menjadi topik perbincangan hangat masyarakat. Pria yang akrab disapa Edi Obama ini, dinilai sangat pantas berlaga di pesta demokrasi tersebut untuk kelak menjadi wakil mereka (rakyat) di lembaga legislatif.

M. Zainal, salah seorang warga Kota Juang yang selama ini sering memantau perkembangan perpolitikan di Bireuen, mengungkapkan hal itu kepada Kabar Bireuen, Jumat (3/11/2017) kemarin.

Menurut Zainal, alasan mereka tertarik pada sosok Edi Obama, karena selama ini dia dikenal berjiwa sosial dan dekat dengan masyarakat. Terutama, dengan masyarakat miskin di Kabupaten Bireuen yang selalu mendapat perhatian khusus darinya.

Selain itu, kata dia, Edi Obama memiliki pergaulan yang luas. Mudah bergaul dengan siapa saja dari berbagai kalangan. Dia tidak segan-segan menolong siapapun yang membutuhkan. Baik dalam kapasitasnya sebagai pengusaha swalayan Obama Market maupun pimpinan Partai Demokrat Kabupaten Bireuen.

“Terlepas apakah ini sebagai sebuah pencitraan atau bukan, itu persoalan lain. Tapi, yang penting hal tersebut sangat bermanfaat dan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Edi Obama yang dihubungi Kabar Bireuen, Sabtu (4/11/2017), mengatakan, selama ini dirinya memang belum berminat untuk mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Alasannya, dia merasa diri belum waktunya untuk memikul amanah berat tersebut dari masyarakat.

“Saya belum berniat untuk itu. Saya masih harus banyak belajar dulu dalam berpolitik. Saya menyadari, masih banyak kekurangan dan keterbatasan yang saya miliki,” ungkap Edi, merendah.

Namun, ketika didesak kalau permintaan itu datangnya dari masyarakat, Edi agak sedikit melunak. Sepertinya, dia akan mempertimbangkan, jika itu memang benar-benar keinginan masyarakat.

Kalau sudah menyangkut permintaan masyarakat, Edi jadi serba salah dalam menyikapinya. Kalau diterima, selama belum ada keinginan untuk itu.

“Kalau menolaknya, nanti dibilang saya sombong dan mengecewakan masyarakat. Bagaimana ini ya,” tanya Edi, seperti bergumam pada diri sendiri.

Namun, sekeras-kerasnya hati Edi Obama, akhirnya dia luluh dan mengalah juga. Dengan pertimbangan, untuk memenuhi dan menghargai kepercayaan masyarakat pada dirinya. “Insya Allah, saya siap maju,” tegas mantan Sekum BPC HIPMI Bireuen tersebut.

Meski begitu, sebagai kader partai yang baik, Edi menyerahkan semua keputusan pada pimpinan partai (Demokrat). Kalau pimpinan partai memintanya maju, Edi pun harus menurutinya dan siap menjalankan amanah itu.

“Sebagai kader yang baik, apabila mendapatkan perintah dari pimpinan partai, itu wajib dijalankan. Baik itu maju sebagai anggota DPRK, DPRA dan bahkan DPR RI sekalipun,” sebut Edi.

Pengusaha ritel ini menyadari, untuk maju sebagai anggota dewan memang tidak gampang. Harus mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, baik itu dari masyarakat maupun partai sendiri.

Karena itu, Edi tidak mau ambil pusing terkait hal tersebut. Dia lebih menyerahkan semua keputusan kepada pimpinan partai. Sebab, setiap pimpinan partai pasti lebih tahu, mana yang terbaik buat kadernya dan mana yang tidak. Demikian juga masyarakat, sudah ada penilaian tersendiri.

“Kalau menurut pimpinan, saya memang sudah pantas dan layak untuk maju, jangankan DPRA, sebagai DPR RI pun saya harus siap. Sekali lagi saya sampaikan, itu sangat tergantung kepada keputusan pimpinan dan tentunya dukungan dari masyarakat juga,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bireuen ini.

Begitu juga sebaliknya, jelas Edi, kalau pimpinan partai memberikannya tugas yang lain, dirinya tetap menerima dengan lapang dada. Intinya, dia mengaku, tetap setia dan tunduk apapun keputusan pimpinan partai.

Kalau juga pada akhirnya masyarakat tetap menginginkan dirinya maju sebagai calon wakil rakyat dan pimpinan partai pun menyetujuinya, tentu mau tak mau Edi harus menurutinya.

“Terus terang, sejujurnya saya ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam segala hal. Insya Allah, mulai sekarang semua akan saya perbaiki dan berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tukas pria yang juga Ketua PMI Bireuen ini. (Suryadi)

 

BAGIKAN