Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Mukammadiyah Kabupaten Bireuen, dr. Athaillah A. Latif, Sp.OG, didampingi kuasa hukum, Muhammad Ari Syahputra, SH (kiri) dan salah seorang pimpinan Muhammadiyah Bireuen.

KABAR BIREUEN – Merasa telah mencemari nama baik organisasi Muhammadiyah melalui media sosial (Facebook) dan juga pemberitaan di beberapa media online, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Kabupaten Bireuen, membuat laporan ke Polres Bireuen, Jumat (19/10/2018), seusai shalat Jumat.

Laporan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Kabupaten Bireuen, dr. Athaillah A. Latif, Sp.OG dan unsur pimpinan lainnya yang didampingi kuasa hukum mereka, Muhammad Ari Syahputra, SH.

Athaillah A. Latif dalam keterangannya kepada polisi, menyebutkan, terlapor berinisial YS dan AF dengan terang dan nyata telah mencemarkan nama baik organisasi Muhammadiyah melalui media sosial dan media online.

“Akibat perbuatan mereka, dapat menimbulkan kebencian masyarakat terhadap organisasi Muhammadiyah dan dapat menimbulkan sebuah ancaman yang berisiko bagi anggota dan amal usaha Muhammadiyah Bireuen,” sebut Athaillah A. Latif.

Sementara menurut Muhammad Ari Syahputra, SH, selaku kuasa hukum DPD Muhammadiyah Bireuen, terlapor YS pada 28 September 2018 telah mencemari nama baik kliennya melalui status facebook, “Hingga Berujung kepada Pengeroyokan Tgk. Imum Desa Sangso Pas Mau Sholat Magrib, Oleh Sekelompok Orang, Yang Diduga Oleh Kelompok Organisasi Muhammadiyah”.

Sedangkan terlapor AF dalam pernyataannya di media online pada 28 September 2018 berjudul “Pemukulan Terhadap Tgk. Mustakim Imam Sholat Magrib di Menasah Desa Sangso Kec. Samalanga Kabupaten Bireuen dilakukan oleh oknum dari organisasi Muhammadiyah” merupakan perbuatan melanggar hukum.

Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 ayat 3 UU NO.11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang berbunyi “Melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

“Ini jelas-jelas merupakan perbuatan yang merugikan Muhammadiyah dan mencemarkan nama baik organisasi Muhammadiyah,” jelas Ari Syahputra.

Menurut dia, terlapor YS dan AF terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang siapa pelaku pemukulan terhadap imam shalat tersebut. Tanpa mengkroscek kebenaran dari fakta yang ada di lapangan. Siapakah pelakunya, apakah anggota Muhammadiyah atau memang masyarakat biasa yang hendak shalat di Meunasah Gampong Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.

“Kami serahkan semuanya kepada pihak kepolisian, agar kiranya dapat memanggil sesegera mungkin para terlapor tersebut, untuk diproses secara hukum yang berlaku di Republik Indonesia,” sebut Ari Syahputra.

Untuk diketahui, persoalan tersebut merupakan imbas dari dugaan pemukulan terhadap imam shalat, Tgk. Muttaqin yang terjadi pada Jumat, 28 September 2018 lalu, menjelang shalat magrib di Meunasah Gampong Sangso, Samalanga. (Suryadi)

 

 

BAGIKAN