KABAR BIREUENKepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Z. Arifin Lubis menerima kunjungan Dosen Umuslim, Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil.,M.A dan Dosen Unsyiah, Dr. Muzailin Affan, Senin (21/1/2019) di kantornya jalan Cut Meutia Banda Aceh.

Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil.,M.A kepada Kabar Bireuen, Senin (28/1/2019) mengungkapkan, kunjungannya ke Kantor BI dalam rangka silaturahmi tim market intelligence BPPK Kemlu RI Tahun 2018. Menurut Ampon Cut, sapaan akrab Teuku Cut Mahmud Azis, satu anggota lainnya, Dr. Ichsan, Dosen Unimal berhalangan hadir.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Perwakilan BI didampingi oleh Teuku Munandar, Mantan Kepala Kantor Perwakilan BI di Tokyo, Jepang.

Kata Ampon Cut, Kantor BI Provinsi Aceh yang berlokasi di Jalan Cut Meutia, sebelah Mapolres Kota Banda Aceh berarsitektur Eropa (Belanda). Kantor yang dulunya bernama De Javasche Bank di Zaman Hindia Belanda didirikan oleh Vermont Cuypers & Hulswit, pada 2 Desember 1918.

“Jika kita berkunjung ke Negeri Kincir Angin, Belanda, banyak bangunan pemerintahan bergaya arsitektur seperti Kantor BI Provinsi Aceh. Kedatangan kami bertepatan dengan 100 tahun usia Kantor BI Provinsi dan kami pun mendapat hadiah buku,” ungkap Ampon Cut.

“Dalam pertemuan tersebut kami mendiskusikan beberapa hal seperti strategi peningkatan UMKM, perlunya dukungan penuh pemerintah daerah terhadap para investor, membicarakan peluang ekonomi antara Aceh dan Kepulauan Andaman & Nicobar, dan rencana mengadakan konferensi internasional,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Z. Arifin Lubis mengatakan, jika Aceh ingin maju maka fokus saja pada pembangunan bidang pertanian dan perikanan. “Kita tidak dapat membayangkan hampir semua komoditas didatangkan dari Sumatera Utara. Untuk telur saja didatangkan dari Medan, setiap harinya sekitar 1 juta butir,” pungkas Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh ini. (Rizanur)

BAGIKAN