KABAR BIREUEN– Polres Bireuen beserta jajaran bersama Kami Peduli Bireuen (KPB) menyerahkan  bantuan 60 zak semen kepada Satgas TNI Manunggal Membanguna Desa (TMMD) Reguler ke-105 Kodim 0111/Bireuen.

Bantuan semen yang dibawa menggunakan piuk up tersebut diserahkan Koordinator KPB, Bripka deni Putra SE, MM kepada Dansatgas TMMD, Letkol Inf Amrul Huda,SE, MM, M Sc, didampingi Pasiter Kapten Inf Syawaluddin dan Keuchik Blang perlak, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Ridami, Jumat pagi (19/7/2019).

Deni Putra kepada Kabar Bireuen menyebutkan, pihaknya bersama personel Polres Bireuen dan relawan KPB disambut luar biasa oleh Dansatgas dan bantuan diterima langsung secara simbolis.

Dikatakan Deni, bantuan Kapolres Bireuen beserta jajaran dan KPB yang diserahkan berupa 60 zak semen, dimana 50 dari Polres Bireuen dan 10 dari KPB, serta paku 17 kotak.

KPB, katanya,  siap mendukung kegiatan TMMD, khususnya dalam pembuatan jamban untuk warga desa yang belum memiliki jamban.

“Bahkan nantinya, Dandim akan mengajak  KPB pada saat eksekusi finishing jamban pada 29-31 Juli 2019,” sebut Deni.

Dansatgas TMM yang juga Dandim 011/Bireuen, Letkol Inf Amrul Huda beberapa waktu lalu kepada media menyebutkan, selama berada di Desa Blang Perlak, dia mendapatkan fakta bahwa dari 27 desa yang ada di Kecamatan Makmur, baru satu desa yang penduduknya 100 persen sudah memiliki jamban.

“Sementara di Desa Blang Perlak baru 30 persen yang memiliki jamban. 70 persen lagi BABnya dilakukan di kebun, di sungai atau dengan menggunakan plastik lalu kotoran dilempar ke kebun,” ungakpnya.

Karena itu, katanya,  Satgas TMMD berencana mengentaskan Desa Blang Perlak dari masalah jamban dan akan menjadikan Blang Perlak sebagai desa kedua di Kecamatan Makmur yang 100 persen penduduk atau masyarakatnya memiliki jamban.

“Coba bayangkan betapa memprihatinkan kehidupan masyarakat kita. Kalau masyarakat kita sudah Buang Air Besar (BAB) dengan benar, maka kita sudah menyelamatkan sungai-sungai dari pencemaran akibat kotoran manusia. Kegiatan Jambanisasi massal ini hanya butuh waktu 2-3 hari saja,” pungkasnya. (Ihkwati).

 

 

BAGIKAN