KABAR BIREUEN Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) dr Fauziah saat ini memiliki fasilitas kamar rawat inap wanita 7 kamar (15 bed), kamar rawat inap pria 7 kamar (32 (bed) kamar rawat inap anak 3 kamar (31 bed).

Jumlah pasien rawat jalan tahun 2018, rata-rata 220 orang tiap hari.

Fasilitas peralatan secara umum sudah memadai dan setiap tahun terus dilakukan pengadaan Alkes disesuaikan dengan kebutuhan dokter spesialis.

Hal itu dikatakan Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen dr Mukhtar Mars kepada Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Selasa (13/3/2019).

Menurut dr Mukhtar dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat belum ada kendala yang berarti dan tentang kasus penyakit jantung selama ini ditangani oleh doketr spesialis penyakit dalam.

Karena 2 orang dokter jantung sedang mengikuti pendidikan di bidang jantung di RSUZA Banda Aceh.

“Jika ada pasien kasus jantung yang berat akan dirujuk ke RS yang mampu ke RSUZA Banda Aceh atau RS lainnya,” katanya.

Dikatakannya, RSUD Dr Fauziah Bireuen ( type B) dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat sudah mendapat penilaian tertinggi tim Akreditasi Kementerian Kesehatan RI baru-baru ini sebagai RSUD Paripurna (Bintang Lima).

Dikatakan, keberhasilan RSUD dr Fauziah meraih predikat tertinggi sebagai RSUD Paripurna berkat kebersamaan, kerja keras dan kerja ikhlas seluruh tim dokter dan paramedis RSUD dr Fauziah dalam mengemban tugas memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat

Rumah sakit yang dipimpinnya saat ini memiliki 38 orang dokter umum, (PNS/kontrak) 6 orang dokter spesialis dalam, 4 orang spesialis mata, 4 orang dokter spesialis kandungan.

Lalu ada 3 orang dokter spesialis anak, 2 orang dokter spesialis THT, 2 orang dokter spesialis paru, 3 orang spesialis gigi 37 orang dokter spesialis (PNS), 15 orang dokter umum (PNS), 4 orang dokter gigi (PNS) 26 orang dr umum kontrak dan 2 orang dokter spesialis kontrak.

Para medis keperawatan (PNS) 200 orang, para medis perawat kontrak 146 orang, para medis bidan (PNS) 76 orang, para medis bidan kontrak 64 orang, para medis non keperawatan (PNS) 138 orang, paramedis non keperawatan (Kontrak) 64 orang.

“Tenaga dokter spesialis jantung, bedah saraf, bedah mulut yang masih dibutuhkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat, Insya Allah setelah mereka selesai mengikuti pendidikan nanti, RSUD dr Fauziah Bireuenb sudah memiliki dokter spesalis jantung, bedah saraf dan bedah mulut,” jelas dr Mukhtar.  (H.AR Djuli).

BAGIKAN