KABAR BIREUEN-Tim Dinas Sosial Kabupaten Bireuen melakukan penelusuran  keberadaan ayah dan anak terkait viralnya video mereka yang terlantar di Kawasan Cot Panglima KM. 26 Kabupaten Bireuen.

Kabid Rehabilitasi Sosial, Halidar, S.Sos Melalui Kasi Pelayanan Sosial Dinas Sosial Bireuen Ery Syah Reza, yang memimpin langsung penelusuran ini mengatakan, penelusuran dilakukan sejak pukul 15.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB, berhasil mendapatkan keberadaan kedua orang terlantar tersebut.

Dikatakannya, tim menjumpai pedagang jajanan di pinggiran jalan kawasan Cot Panglima. Dari pedagang wanita itu, tim mendapatkan informasi,  ayah dan anak tersebut memang benar sering berkeliaran di sana, bahkan sering bermalam di warung tempat dia berjualan.

“Seorang pria memberikan keterangan, ayah dan anak tersebut sering bermalam pada sebuah gubuk di atas bukit di kawasan KM. 25 dekat dengan bak air di persimpangan jalan,” sebut Ery.

Tim langsung bergegas menuju lokasi dan berhasil menemukan ayah dan anak yang terlantar itu dalam sebuah gubuk dengan kondisi yang sangat memprihatinkan

Ternyata ayah dan anak tersebut adalah Ramli A (50 Tahun) dan Rosita (5 Tahun), warga Desa Blang Kekumur, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah.

Mereka sudah lama sekali hidup melanglang buana dari tahun 2016, bahkan sempat terlantar sampai ke Lampung Tengah.

“Berdasarkan Surat dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah tertanggal 13 April 2017 yang didapatkan dari mereka, ayah dan anak tersebut dibantu biaya perjalanannya untuk kembali ke Aceh,” ungkapnya.

Tim menduga, semenjak kembali dari Lampung Tengah itulah keduanya hidup di jalanan dengan berpindah – pindah tempat.

Selain surat tersebut, bersamanya tim juga mendapatkan sebuah Surat Kontrol Medis dari Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru, Takengon tertanggal 10 Mei 2015, yang menerangkan, pria tersebut mengidap penyakit Skizofrenia Paranoid (penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir).

Hal ini juga terbukti dengan hasil wawancara tim dengan yang bersangkutan yang pembicaraannya selalu dalam keadaan berhalusinasi.

Meski begitu, dia tetap dapat mengingat nama dan alamat asalnya serta bisa berkomunikasi layaknya orang normal.

Tim Dinas Sosial pun mencoba membujuk mereka untuk ikut bersama tim, akan tetapi dia menolak dengan berdalih belum saatnya.

“Setelah mendapatkan informasi yang cukup dan memastikan keamanan mereka dengan memberikan sedikit bekal untuk memenuhi kebutuhan hidup keduanya, tim bergegas pulang untuk mencari solusi dan tindak lanjut terkait penanganan ayah dan anak terlantar tersebut,” jelas Ery.

Disebutkannya, terlantarnya ayah dan anak ini disebabkan oleh faktor broken home.

Pria ini telah menikah sebanyak empat kali dan semua pernikahannya berakhir dengan perceraian.

Anak yang dibawa bersamanya saat ini adalah anak dari isteri yang ke empat yang identitasnya belum dapat diketahui.

“Kami akan terus mendalami kasus ini dan mencari identitas yang sebenarnya dari Ayah dan Anak terlantar yang sangat memprihatinkan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bireuen, Drs. Murdani mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap ayah dan anak yang terlantar ini, terutama kepada anaknya yang masih dibawah umur.

“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan segera akan melakukan tindakan yang tepat untuk menangani permasalahan ini. Agar kehidupan ayah dan anak tersebut menjadi lebih layak sebagaimana mestinya dan mendapatkan hak – hak yang sama dengan manusia lainnya,” ungkap Murdani. (Ihkwati)

 

BAGIKAN