KABAR BIREUEN-Enam orang pengemis terjaring razia gepeng yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Bireuen bersama Satpol PP, di kawasan lampu merah bundaran Simpang Empat kota Bireuen, Sabtu. (1/12/2018).

Kadis Sosial Bireuen, Drs Murdani didamping Kasi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Ery Syah Reza, kepada wartawan mengatakan, guna ketertiban dan kenyamanan warga, Dinsos Bireuen sangat komit dalam pemberatasan gepeng di Kabupaten Bireuen.

“Keenam pengemis tersebut kita berikan arahan yang positif,” kata Murdani.

Khusus untuk pengemis yang terjaring razia pada tahun 2018 yang berasal dari Kabupaten Bireuen, diupayakan tahun 2019 akan dibantu modal usaha.

“Modal usaha tersebut dalam bentuk pemberdayaan ekonomi setelah tim Dinas Sosial melakukan survey keadaan sehari-hari para pengemis, melihat kelayakan dan jenis bantuan modal usaha yang sesuai dengan keahlian masing-masing,” sebut Kadis Sosial Bireuen.

Di tempat terpisah, salah satu pengemis asal Bireuen, Razulli, suami dari ibu Ti Hawa yang juga ikut terjaring, kepada wartawan mengatakan, dirinya sangat mengharapkan agar Pemerintah setempat melalui Dinas Sosial, dapat membantu memberikan modal usaha kepada mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari.

Keenam pengemis yang terjaring tersebut, yaitu Nursiah (51) Warga Matang Kumbang Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Amir Bidin (53) warga Kuta Glumpang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Muhammad Syam (65), warga Deah Pangwa Kecamatan, Trienggadeng, Pidie Jaya.

Kemudian, Marzuki Yahya (59), warga Matang Nibong, Kecamatan Jeunieb, Bireuen. Razulli (45), warga Cot Puuk Kecamatan. Gandapura Bireuen dan Ti Hawa (45), warga Cot Puuk Kecamatan Gandapura, Bireuen.

Setelah didata dan diberi arahan, para pengemis tersebut sudah dipulangkan ke daerah asal masing-masing oleh petugas dari Dinas Sosial Bireuen. (Herman Suesilo)

BAGIKAN