KABAR BIREUEN– Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh, Dr. dr. Safrizal Rahman M.Kes., Sp.OT, melantik sekaligus mengukuhkan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen Periode 2019-2022 di Aula Ampon Chiek Peusangan Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, Sabtu (20/7/2019).

Kepengurusan baru IDI Bireuen tersebut dipimpin dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG. Dia menggantikan ketua periode sebelumnya, dr. Abri Hatinsyah Efendi, Sp.B, FISA, FICS.

Selain pelantikan dan pengukuhan, pihak panitia pelaksana juga menggelar symposium dengan tema “IDI Menyehatkan Bangsa”.

Dalam sambutannya, Safrizal Rahman mengharapkan, ke depan IDI Cabang Bireuen di bawah kepemimpinan dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG, agar lebih maksimal lagi berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, juga terus membina hubungan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Selama ini, kata dia, Pemerintah Kabupaten Bireuen memang menaruh perhatian besar terhadap pembangunan bidang kesehatan di sini. Peralatan kesehatannya jauh lebih lengkap disediakan Pemerintah Kabupaten Bireuen, dibandingkan daerah lainnya di Aceh.

“Misalnya, Pemerintah Kabupaten Bireuen membelikan peralatan kesehatan mata yang sangat canggih untuk rumah sakit pemerintah di sini. Belum ada daerah lain di Aceh yang memilikinya dan bahkan pihak provinsi sekalipun tidak punya, selain di Bireuen ini,” sebut Safrizal yang mendapat applaus dari para undangan.

Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos dalam arahannya mengatakan, peran dokter sangat strategis dalam pemenuhan pelayanan kesehatan. Mengingat, dokter adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Bupati Saifannur, IDI sebagai satu-satunya organisasi profesi dokter, bertanggung jawab terhadap mutu pelayanan dokter, yaitu pemenuhan standar profesi. Standar etik dan kode etik menjadi salah satu unsurnya.

“Karena itu, kami imbau kepada keluarga besar IDI, untuk mengedepankan profesionalisme dalam bertugas. Sebab, profesl dokter sangat mulia, karena melayani masayarakat,” jelas Saifannur.

Dia juga berharap kepada para dokter, untuk terus meningkatkan komitmen pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat, baik untuk pasien kelas atas maupun kelas bawah. Tanpa membeda-bedakan kelas ekonomi maupun eksekutif.

“Semoga momentum pelantikan ini, menjadi motivasi bagi para dokter yang bertugas di Kabupaten Bireuen untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, nantinya dapat terwujud masyarakat Kabupaten Bireuen yang lebih sehat,” harap Saifannur.

Sementara Ketua IDI Bireuen, dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG dalam kesempatan tersebut melaporkan, beberapa waktu lalu IDI Bireuen telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial. Misalnya, melaksanakan sunatan massal, memberikan bantuan kepada korban perampokan dan juga berziarah ke makam dr. Fauziah di Gampong Bugak Krueng Mate, Kecamatan Jangka.

“Kondisi makamnya sangat tidak layak. Karenanya, kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, agar memugar makam dr. Fauziah. Selain itu, kami juga berharap agar tanggal gugurnya dr. Fauziah (25 Mei 1999), ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Daerah,” pinta Purnama Setia Budi.

Hal tersebut, kata dokter spesialis kandungan yang telah terpilih sebagai anggota DPRA ini, untuk mengenang jasa-jasa dr. Fauziah yang telah gugur saat bertugas di masa konflik dulu, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (Herman Suesilo)

BAGIKAN