KABAR BIREUEN– Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen, Drs M Nasir, M.Pd membuka secara resmi Diseminasi Gerakan Literasi Nasional Bagi Guru dan Petugas Perpustakaan Sekolah se Kabupaten Bireuen, Jumat (8/3/2019) di Aula Disdikpora setempat.

Kegiatan yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Balai Bahasa Aceh tersebut diikuti 50 peserta guru dan petugas Perspustakaan SD dan SMP, berlangsung selama tiga hari, 8-10 Maret 2019.

M. Nasir pada kesempatan itu menyebutkan, literasi itu tidak hanya membaca dan menulis, banyak hal menyangkut literasi tersebut.

“Saat ini sedang menggalakkan literasi budaya, mengenal budaya kita, kita perkenalkan budaya kita,” sebutnya.

Dia berharap, peserta yang mengikuti desiminasi ini menjadi pioner, contoh dan penggerakan kepada rekan-rekan yang lain yang belum mengikuti ini. Gerakan literasi nasional bukan hanya anjuran Menteri.

Dikatakannya, literasi atau minat baca di Indonesia sangat rendah hanya 1 persen dari 1000 penduduk Indonesia. Ini tercermin juga, mengapa nilai UN rendah, setelah dicermati, anak-anak bukan tak mampu menguasai pelajaran tapi kurang terampil membaca.

“Apa yang terjadi di tingkat SMP dimulai dari tingkat SD, kenyataan ada beberapa sekolah, sudah siswa yang tamat SD, namun belum bisa membaca,” ungkapnya.

Di SD nantinya akan diterapkan baca tulis Quran, pada ajaran 2019/2020 akan terapkan kurikulum lokal dua mata pelajaran yaitu Alquran Hadist dan Alquran Aklak dan menyusul Sastra Aceh.

M. Nasir berharap kepada semuanya yang hadir hari ini agar menyaring informasi, harus cerdas dalam gerakan literasi digital, yang tidak penting tidak usah.

Pada kesempatan itu, dia juga mengharapkan guru mampu memahami karakter anak.

“Memahami karakter anak itu penting, karena karakter anak berbeda-beda, termasuk jiwa anak harus dipahami,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Bahasa Aceh, Drs. Muhammad muis, M.Hum menyebutkan, tujuan kegiatan tersebut adalah agar peserta lebih meningkatkan minat baca, banyak menulis.

“Jadi setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan peserta dapat menularkan ilmunya kepada siswanya serta banyak menulis,” sebutnya.

Disebutkan Muhammad Muis, ada enam literasi dasar , yaitu literasi baca tulis, finansial, digital, sains, numerasi, budaya dan kewargaan.

Pembukaan kegiatan Diseminasi Gerakan Literasi Nasional Bagi Guru dan Petugas Perpustakaan Sekolah se Kabupaten Bireuen juga dihadiri Kabid Pembinaan SMP, Zamzami S.Pd serta Kabid Pembinaan SD Surya, S,Pd. (Ihkwati)

BAGIKAN