KABAR BIREUEN-Satu unit rumah semi permanen ukuran 8×12 meter milik Ramli Hanafiah (40) warga Gampong Bantayan, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen ludes terbakar.

Kebakaran terjadi sekira pukul 20.00 WIB pada Senin (04/02/2019) malam. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Keuchik Gampong Bantayan, A Gani mengatakan, rumah tersebut hangus total, tidak ada harta benda yang dapat diselamatkan termasuk satu unit sepeda motor Mio Soul ikut terbakar.

Saat kejadian, katanya, pemilik rumah sedang keluar menjenguk anaknya di Dayah Tu Sop Jeunieb, rumah dalam keadaan terkunci dari luar.

“Ketika terjadi kebakaran, pemilik tidak berada ditempat, mereka keluar menjenguk anaknya di dayah, dan  rumah dalam keadaan terkunci,” ungkap Keuchik Bantayan.

Dijelaskan Keuchik Abdul Gani, tetangga korban melihat ada kobaran api di atap yang sangat besar, kemudian menelpon warga yang duduk di kedai kopi setempat.

Dalam seketika, warganya berhamburan datang ke lokasi kejadian untuk memadamkan api seadanya.

Kemudian Kasie Pemerintah Kantor Camat Pandrah M. Nasir yang juga duduk di kedai kopi menelpon pihak pemadam kebakaran untuk datang kelokasi.

“Ketika 3 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, api telah dipadamkan warga. Pihak Damkar hanya melakukan penyemprotan pembiasan untuk pendinginan dan pemadaman total agar api tidak merambah ke rumah lainnya,” pungkas Abdul Gani.

Menurut informasi sejumlah warga di lokasi kejadian, korban Rusli dan istrinya Nurimah Nurdin mengalami syok, tidak bisa dijumpai untuk dimintai keterangan.

“Mereka petani, memiliki 3 orang anak masing-masing Juliana (16) dan Syahrul (13) kedua-duanya masih mondok di Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb, sedangkan Sariyulis (6) masih duduk dibangku MIN,” sebut Bustami, warga setempat. (Al Fadhal/Jurnalis Warga)

BAGIKAN