KABAR BIREUEN-Guna menyambut momentum anniversary ketiga alumni December Twenty Nine (DTN) 439 Polres Bireuen menyalurkan alat bantu untuk disabilitas berupa kursi roda dan tongkat di Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen (12/1/2018).

Penerima kursi roda Naimah Ali (70) dan Ti Budiah (50), keduanya berasal dari Gampong Balee, Kecamatan Simpang Mamplam.

Perempuan yang akrab disapa Nek Naimah memiliki riwayat penyakit sangat lama, sehingga selama ini beraktivitas menggunakan bangku kecil yang sering didorong- dorongnya, karena kondisi tidak bisa berjalan lagi.

Bahkan terkadang harus dipapah oleh keluarga untuk bisa akses keluar rumah. Sedangkan Nek Ti penderita tuna netra, selama ini hanya sebatang kayu yang digunakan untuk menuntun nya berjalan.

“Sudah bertahun- tahun tidak ada yang memperdulikan kami, kami sudah lama dengan kondisi seperti ini dan tidak ada tempat kami mengadu. Baik sekali polisi itu mau bantu kami yang sudah renta ini, semoga Allah mudahkan rezeki dan pekerjaan mereka,” tutur Nek Naimah menggunakan bahas lokad dengan terbata- bata, sambil menyapu air matanya dengan ujung jilbab.

Zamzami salah satu anggota  dan rekan-rekan Polwan DTN 439 Polres Bireuen lainnya menyatakan, mereka mengetahui informasi awal dari grup Whatsapp, sehingga menggerakkan tim lainnya untuk berkontribusi dalam gerakan sosial.

Disebutkan Zamzami, December Twenty Nine (DTN) merupakan nama leting / angkatan dikepolisian Bireuen, lulusan Desember 2014, dengan jumlah polisi 18 orang.

Dikatakannya, memperingati sesuatu hal, tentunya dengan tidak bereuforia, akan tetapi menjadikannya menjadi hal positif dan bermamfaat bagi orang lain.

“Bukan bermaksud kami untuk ria, inilah bentuk kepeduliaan anak muda dalam melihat isu sosial. Kami belum bisa memberikan banyak, namun semoga bantuan sederhana ini bermamfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Informasi disabilitas sebelumnya merupakan bagian dari advokasi Relawan Duek Pakat Gampong (RDPG), binaan Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh melalui program The Asia Foundation- Social Accountability and Public Participation (TAF- SAPP).

Selanjutnya RDPG membangun jejaring dengan Whatsapp Groups Awak Droe Only (WAG ADO), yaitu komunitas diskusi dan gerakan sosial dengan beranggotan orang- orang Aceh di belahan negara manapun. Terdiri dari beragam profesi dengan jiwa sosial yang mereka miliki.

Selanjutnya WAG ADO mendistribusikan informasi tersebut kepada pihak lain, advokasi via media sosial. Sehingga telah membuat para donatur terenyuh dengan kondisi disabilitas yang ada dikabupaten Bireuen.

Tathi Yunis yang merupakan anggota WAG ADO dan juga salah satu penggagas gerakan ini menyampaikan, selain dari DTN 439 Polres Bireuen, juga sudah ada donatur yang menghibahkan beberapa alat bantu untuk disabilitas lainnya berdasarkan data yang diberikan RDPG.

Dan sudah terkumpul dua kursi roda, satu paket tongkat, dan beberapa uang tunai.

“Untuk alat bantu masih ada di Banda Aceh, kami akan terus berkoordinasi dengan tim RDPG di Bireuen. Dan tentunya juga dukungan Dinas Sosial tentu nantinya akan memudahkan gerakan sosial tersebut,” ungkap laki- laki kelahiran Samalanga tersebut.

Ditambahkannya, jika ada donatur lain yang ingin ikut berkontribusi, akan terus dibuka peluang untuk menginfakkan sebagian harta kita menolong orang lain. (Ihkwati)

BAGIKAN