Kepala SKB Bireuen, Usman Abdullah

KABAR BIREUEN – Akibat minimnya anggaran operasional untuk Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen pada Tahun Anggaran 2018, Data Dapodik tidak bisa di update sejak bulan Januari karena jaringan internet sudah putus.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala SKB Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen, Usman Abdullah kepada Kabar Bireuen, Kamis (12/4/2018) di ruang kerjanya.

Menurutnya,  mulai bulan Januari 2018, Data Dapodik tidak bisa di update lagi karena putusnya jaringan internet. “Sudah tiga bulan wifi di SKB tidak aktif karena belum dibayar. Akibatnya Data Dapodik dan usulan program ke pusat juga tersendat,” ungkapnya.

Kata Usman Abdullah, tahun 2018, Pemkab Bireuen hanya mengalokasikan anggaran operasional Rp 44.324.000, dengan rincian, belanja perangko, materai dan benda pos lainnya Rp 820.000.

Anggaran untuk telepon Rp 5.929.000, air Rp 9.600.000, listrik Rp 12.000.000, peralatan kebersihan Rp 1.500.000, jasa servis Rp 2.200.000, alat tulis Rp 5.500.000, belanja cetak Rp 1.500.000, penggandaan Rp 2.000.000, belanja alat listrik dan elektronik Rp 3.725.000.

“Kebutuhan tagihan internet (wifi) SKB Rp 950 ribu perbulan. Sedangkan dana yang dialokasikan untuk kebutuhan itu tidak sampai Rp 500 ribu perbulan. Kami belum tau harus bagaimana, dan masalah ini sudah dilaporkan ke pak kadis, namun tidak ada solusi juga,” beber Usman Abdullah.

Ia juga membandingkan dengan anggaran tahun 2017 yang dialokasikan untuk biaya operasional SKB mencapai Rp 110 juta. “Dan anggaran tahun ini besarnya tidak sampai 50 persen dari anggaran tahun lalu. Hendaknya ini harus menjadi perhatian pimpinan, karena SKB ini juga menjadi tanggung jawab Pemkab Bireuen, tidak terkecuali anggota DPRK,” pungkasnya. (Rizanur)

 

 

BAGIKAN