KABAR BIREUENUntuk mencegah terjadinya eksploitasi anak, yang mempekerjakan sebagai pengemis, Dinas Sosial Kabupaten Bireuen bersama Satpol-PP kembali menggelar razia gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sejumlah persimpangan jalan protokol di Kota Bireuen. Senin (24/6/2019).

Petugas menangkap satu persatu pengemis yang biasa beroperasi di kawasan lampu merah simpangan empat, dinilai sudah sangat meresahkan pengguna jalan.

Kepala Dinas Sosial Bireuen melalui Sekdis Sosial Ramli Daud S. Pd, M. Si kepada wartawan mengatakan, penertiban ini dilaksanakan selain mencegah terjadinya eksploitasi anak dijadikan sebagai pengemis, juga menciptakan suasana yang aman, tertib dan kondusif di Bireuen,

Pada penertipan ini petugas menjaring 6 orang pengemis yang sedang meminta-minta di kawasan lampu merah simpang empat.

“Dari enam orang yang dijaring petugas, satu diantaranya anak yang masih di bawah umur,” ujar Ramli Daud.

Hasil penertiban ini mereka dibawa ke kantor Dinas Sosial untuk didata. bagi mereka yang berasal dari luar daerah akan kita pulangkan ke daerah masing-masing.

Sementara mereka yang berasal dari dalam daerah setempat, akan dipulangkan setelah dijemput oleh keluarga mereka masing-masing.

Ramli Daud mengimbau kepada masyarakat dapat berperan aktif agar gepeng tidak tumbuh subur di Bireuen, dengan cara tidak memberikan dalam bentuk apapun terhadap mereka.

Berikut nama pengemis yang terjaring pada razia tersebut, Muhammad (Peudada Bireuen). Sulaiman (Jangka Bireuen). Zakaria Ahmad (Jangka Bireuen). Abdul Gani (Baktya Barat Aceh Utara). Syamsuddin (Aceh Utara) dan pengemis dibawah umur YY berusia 13 Tahun warga Jangka, Bireuen. (Herman Suesilo)

BAGIKAN