KABAR BIREUEN– Caleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Aceh 2, Sayuti SH, MH,  mengharapkan agar masyarakat dalam menentukan pilihan pada pemilu 2019, tidak didasari karena iming-iming uang.

Hal itu disampaikannya dalam silaturahmi dengan ratusan alumni dan santri Babussalam Putri Blang Bladeh, Jumat (8/2/2019) di kediaman ulama kharismatik Aceh, Tgk Muhammad Amin Mahmud atau Abu Tumin di Desa Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

“Jangan menentukan pilihan karena terpengaruh money politik, jangan ambil uang Rp 100 ribu untuk memilih caleg.Tapi lihatlah caleg yang berkualitas, integritas, kredibilitas,yang mau memperjuangkan aspirasi rakyat. Pilih sesuai dengan hati nurani, jangan karena uang,” harap Sayuti.

Pada kesempatan itu, Ketua Mahkamah dan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh (PNA) itu, juga menyinggung terkait Rancangan Undang-Undang Madrasah dan Pendidikan dan Keagamaan telah disahkan menjadi RUU inisiatif DPR RI.

“Insya Allah jika diberikan mandat oleh rakyat, saya akan memperjuangkan menjadi undang undang yang keberpihakan kepada madrasah dan pesantren,” sebutnya.

Persoalan ketidakadilan di dunia pendidikan memang harus diakui masih terjadi, khususnya bagi pesantren dan madrasah. Padahal, pesantren telah hadir jauh hari sebelum negara ini merdeka, yang telah memberi kontribusi terhadap pembangunan dan akhlak peradaban sebuah negara.

“Maka dengan itu perlu adanya dorongan untuk keadilan dan kesetaraan prioritas pengembangan antara pendidikan umum dengan pendidikan yang berbasis madrasah dan pesantren” katanya.  (Ihkwati)

BAGIKAN