KABAR BIREUEN-Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos meminta secara khusus kepada kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen yang baru dilantik beberapa hari lalu, Muhammad Nasir SP,MSM agar menjaga baik-baik sapi bantuan pemerintah yang ditempatkan di Ranto Panyang, Kecamatan Juli.

“Tolong sapi-sapi tersebut dijaga dengan baik, jangan sampai mati atau hilang, awas, kalau sampai hilang, kadis harus bertanggung jawab,” sebutnya.

Perintah itu disampaikannya kepala Kadis Pertanian dihadapan  wartawan dalam pertemuan , Senin (7/1/2019) malam  di Meuligoe setempat.

Dikatakannya, sapi-sapi tersebut haruslah dirawat baik-baik  dan dikembangkan.

Nyan bek sampe gadoh atau matee, alasan ka ikap lee rimung lumonyan dum (jangan sampai hilang atau mati alasan dimakan harimau),” pesannya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Muhammad Nasir menyebutkan, sapi bantuan Pemerintah pusat itu berjumlah 95 ekor lembu Brahman Cross, mulai disalurkan oleh Pemkab Bireuen, pada Minggu pagi (6/1/2019)  di tiga lokasi terpisah.

Sapi tersebuti merupakan bantuan Presiden RI Joko Widodo, untuk tujuan pengembangbiakan di daerah. Termasuk Kabupaten Bireuen, sebagai salah satu penerima.

Dia melalui program ini kita dapat mengembangbiakkan sapi jenis Brahman Cross di Bireuen. Termasuk yang dikelola oleh kelompok peternak, selaku pihak penerima manfaat.

Dari keseluruhan jumlah sapi impor itu, 50 diantaranya dikelola oleh Pemkab Bireuen pada lokasi pusat kawasan peternakan Ranto Panyang di Kecamatan Juli. Sisanya, dibagi kepada tiga kelompok.

Sebelumnya, Bupati Bireuen juga sempat meluapkan kekecewaanya atas ketidakhadiran sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen  dalam pertemuannya dengan wartawan

“Mana ini kepala dinas yang lainnya, Bupati, wakil, sekda hadir, kok kepala dinas banyak yang tidak hadir, Saya kecewa sekali,” sesal Saifannur dihadapan puluhan wartawan liputan Bireuen.

Seharunsya, sebut Saifannur, kepala dinas itu harus loyal kepada pimpinan, kalau diminta hadir yang harus hadir.

“Kadis jangan gunakan  manajemen merpati, terbang kalau didekati. Seharusnya menggunakan manajemen kucing, selalu didekat kita dan kadang menjilati kaki kita,” kiasnya.

Dia mengharapkan kepala dinas agar tak alergi atau takut bertemu wartawan, jika ada yang konfirmasi, maka harus ditemui dan sampaikan informasi yang dibutuhkan wartawan. (Ihkwati)

BAGIKAN