KABAR BIREUEN- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bireuen menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) IV, Sabtu (20/1/2018) di Aula Lama Setdakab Bireuen.

Musyawarah yang dibuka Wakil Bupati Bireuen Dr. Muzakkar A. Gani SH,M.Si tersebut untuk memilih ketua KONI Bireuen periode 2018-2022.

Wabup Muzakkar dalam sambutannya, mengharapkan KONI Bireuen harus mempunyai manajemen yang baik, yang membawahi 32 cabang olahraga.

“Musorkab hari ini harus mengutamakan musyawarah, membina olahraga harus bebas dari konflik dan kepentingan-kepentingan. Karena itu jika ada perbedaan pandangan dalam musyawarah tensinya harus dijaga, jangan ada ketegangan-ketegangan,” sebut Muzakkar.

Muzakkar berharap Ketua KONI tidak membawa kepentingan pribadi, tapi harus membawa kepentingan daerah, mengembalikan kejayaan olahraga Bireuen serta pembinaan jangka panjang.

“Lakukan evaluasi kekurangan cabang olahraga, saya berharap ketua terpilih dan pengurus baru buat program tata kelola pembinaan atlet,” pungkasnya.

Ketua Panitia Musorkablub, Drs Murdani, dalam laporannnya menyebutkan, musyawarah tersebut dilaksanakan seiring berakhirnya periode kepengurusan yang diketuai pelaksana tugas KONI Bireuen.

Adapun peserta terdiri dari 32 pengurus cabang olahraga (Pengcab), setiap cabang diwakili 2 orang, satu peserta dan satu peninjau.

Dengan Musorkalub kita satukan tekad demi kejayaan prestasi olahraga Kabupaten Bireuen.

Pelaksana tugas KONI Bireuen, Drs Ridwan Khalid, Juli 2017-Januari 2018, Musorkablub, ada sesuatu yang berjalan tidak secara normal, karena mundurnya Ketua KONI Bireuen, Muzakir Zulkifli.

Sesuai amanat AD/ART KON, katanya,ditugaskan untuk bisa mengikuti Pra Pora 2018, dimana saat pra pora ada sebanyak 29 cabang olahraga dan tugas lainnya membentuk kepengurusan KONI.

“Kepada pengurus cabang olahraga untuk memilih ketua yang peduli olahraga dan mengembalikan kejayaan Bireuen yang pernah menjadi juara umum Pora,” harapnya.

Selama ini, salah satu kendala adalah dana yang baru tersedia menjelang berakhirnya tahun anggaran.

“Selama ini tak pernah ada pergantian perlengkapan alat olahraga,” sebutnya.

Sementara itu Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar, mengatakan , musyawarah ini untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi olahraga di masa yang akan datang.

Dikatakan pria yang akrab disapa Abu Razak itu, pengurus KONI Bireuen terpilih nantinya harus melakukan pembinaan atlet, siapapun yang terpilih untuk segera lakukan pembinaan atlet untuk kesiapan mengikuti Pora 2018 di Aceh Besar.

“Wajar jika muncul kandidat yang diunggulkan, tapi jangan sampai terjadi perpecahan dan harus selalu menjaga persaudaraan,” harapnya.(Ihkwati)

BAGIKAN