KABAR BIREUEN– Bripka Deni Putra, SE MM,  mengunjungi  Usman (65), warga miskin di Desa Pulo Teungoh, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Minggu (21/10/2018), yang dia bantu pembangunan rumahnya setahun lalu.

Deni datang bersama beberapa orang yang juga mempunyai kepedulian sosial, seperti Syaharul  dan istrinya, asal Peusangan, yang kini menetap di Jakarta itu, dan diambut hangat Usman, kerabatnya, serta Keuchik Pulo Teungoh, M.Saleh.

Pada kesempatan itu, Deni bersama rombongan juga menyerahkan sembako serta perlengkapan mandi kepada kakek Usman.

Rumah panggung bercata hijau, berukuran 4×6 meter yang pembangunannya dan pembayaran  tukang dibiayai Deni dari hasil penjualan motor trailnya, pada Oktober 2017 lalu itu  masih berdiri hingga saat ini.

Deni juga membantu perlengkapan kamar tidur. Seperti kasur spring bed, bantal, selimut dan kipas angin serta perlengkapan salat untuk Usman. Sebelumnya, Usman tinggal di gubuk tak layak huni.

“Selama setahun ini, saya merasa lebih baik, tidur nyaman, rajin salat dan mulai percaya diri untuk menyapa warga dan sesekali berbaur dengan mereka,” ungkap Usman.

Selain mengunjungi Usman, Bripka Deni Putra serta rombongan  juga menyempatkan diri melihat kondisi balai pengajian di desa pedalaman dan terpencil di Kecamatan Makmur tersebut, yang juga dia bangun pada Agustus 2017 lalu.

Dia berbincang-bincang di Balai Pengajian Ruhul Fata tersebut dengan ustazah yang mengajari anak-anak mengaji dan menyerahkan sandal untuk balai pengajian itu.

Usai dari dua tempat tersebut, rombongan juga mengunjungi rumah  tak layak huni milik M Jafar dan istrinya Idawati di desa tersebut, sekaligus menyerahkan sembako.

Bripka Deni Putra yang setahun lalu bertugas di Polsek Makmur itu, kepada Kabar Bireuen menyebutkan, dia terharu bisa kembali lagi ke desa tersebut untuk melihat kondisi Usman serta balai pengajian yang pernah dia bantu setahun lalu.

“Meski sekarang tak lagi bertugas di Polsek Makmur dan sudah pindah ke Pospol Jeumpa, namun kita tetap harus memantau kondisi di sini. Saya terharu melihat perkembangan Pak Usman selama setahun ini. Banyak kemajuan. Itu yang terpenting,” sebutnya.

Kunjungan pemantauan terhadap bantuan rumah duafa, dievaluasi secara fisik dan mental sekaligus melihat dampak yang ditimbulkan, baik aspek sosial ekonomi dan budaya masyakat sekitar di desa tersebut.

“Tenyata setelah setahun menunjukkan dampak positif, baik terhadap pak Usman yang terlihat lebih percaya diri, lebih sehat dan bersemangat, serta sudah mau berkomunikasi dengan warga setempat,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Deni juga mengharapkan ada perhatian Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Bireuen maupun dermawan untuk membantu membangun rumah layak huni untuk M. Jafar.

Sementara itu, Keuchik Pulo Teungoh, M. Saleh menyebutkan, manfaat yang dirasakan selama setahun ini, selain pihak keluarganya dan lingkungan, masyakat desa tersebut sudah memandang Usman sebagai bagian dari masyarakatnya.

“Masyarakat sangat senang dan berterima kasih kepada Pak Deni,” sebutnya.

Balai pengajian anak- anak di samping rumah Usman sudah layak dan banyak anak dari warga kampung yang belajar mengaji, menambah khasanah keislaman desa tersebut. (Ihkwati)

BAGIKAN