KABAR BIREUEN- Pjs Pimpinan Bank Rakyat Indonesia Cabang Bireuen M Zaini menyerahkan satu unit balai warga   untuk petani Gampong Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, Bireuen diterima Keuchik gampong setempat Asri Yusuf (16/8/2018).

Pjs Pimpinan BRI Cabang Bireuen M Zaini didampingi bagian Humas Irwandi dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Selasa (21/8/2018)  mengatakan, penyerahan bangunan balai warga  senilai Rp 60 juta  sebagai permintaan BNN kepada BRI Pusat untuk sarana pendukung warga petani Meunasah Bungo Kecamatan Peudada binaan BNN Pusat, BNN Propinsi  dan BNN Kabupaten  Bireuen.

Ditempat terpisah Keuchik Meunasah Bungo Peudada Asri Yusuf didampingi Ketua Kelompok Gapoktan Muzakkir Tarmizi ditemui Kabar Bireuen di Gampong Meunasah Bungo Selasa (21/8-2018) menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada BRI yang telah berkenan membantu membangun balai warga petani Gampong Meunasah Bungo.

Dikemukakan,  pengelolaan lahan pertanian seluas 23 hektar digarap 45 petani Gampong Meunasah Bungo Peudada sebagai gampong binaan BNN Pusat, BNN Provinsi dan BNN Kabupaten Bireuen untuk mengalihkan lahan petani ganja dalam di kawasan pergunungan Kecamatan Peudada menjadi lahan pertanian dan peternakan.

Ketua kelompok Gapoktan Gampong Meunasah Bungo, Muzakkir Tarmizi menjelaskan,   lokasi pertanian 23 hektar di Gampong Meunasah Bungo Peudada mulai digarap petani 28 Pebruari 2018  merupakan program GOAD ( Grand Design Alternative Development)  sebagai program untuk merobah pola  dari tanaman ganja ke tanaman jagung.

Muzakkir Tarmizi juga menjelaskan,  lokasi wisata pertanian terpadu turut digerakkan pemuda  Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

“Dengan kegiatan peternakan penggemukan ternak kambing, peternakan ayam dan itik, pembudidayaan ikat tawar kolam terpal, dan pengembangan areal wisata alam,” ujar Muzakkir.

Dikatakan,  hasil panen perdana jagung hibrida yang dicapai 45 petani dari 20 hektar tanaman jagung rata 2 ton per hektar, seluruhnya 40 ton belum maksimal.

“Belum maksimalnya hasil panen jagung hibrida, karena saat penanaman dilanda musim kemarau dan gangguan hama babi. Panen jagung yang maksimal rata-rata 8 ton per hektar,” sebut Muzakkir.

Muzakkir Tarmizi kepada Kabar Bireuen juga mengatakan, di lokasi pertanian terpadu masih sangat kesulitan kebutuhan air bersih, karena di kawasan Gampong Meunasah Bungo sangat sulit menggali sumur yang sangat dalam mencapai 20 meter..

“Para petani  Meunasah Bungo sangat berharap kepada Pemkab Bireuen untuk membantu sumur bor di lokasi pertanian dan penerangan listrik yang selama ini para petani masih mengunakan lampu teplok,” harap Muzakkir Tarmizi. (H.AR Djuli).

 

 

BAGIKAN