Focus Group Discussion (FGD) pembentukan Komite Pengembangan Ekonomi Kreatif Bireuen

KABAR BIREUEN – Pemerintah Kabupaten Bireuen, akademisi, pelaku bisnis dan komunitas menggelar Focus Group Discussion (FGD) pembentukan Komite Pengembangan Ekonomi Kreatif Bireuen, di ruang rapat Ampon Chiek Peusangan kampus Universitad Almuslim (Umuslim), Senin (8/1/2018) sore.

FGD oleh empat elemen tersebut digelar pasca ditetapkannya Kabupaten Bireuen sebagai Kota Kreatif di Indonesia oleh Badan ekonomi Kreatif (Bekraf) nasional.

Ketua panitia yang mengagas lahirnya komite tersebut Drs.Mustafa Amin didampingi Humas Umuslim Zulkifli, M.Kom menyampaikan, pihaknya bersama Umuslim dan beberapa elemen lainnya berembuk untuk menyikapi berbagai program yang ada di Bekraf nasional dalam rangka untuk memberdayakan perekonomian masyarakat.

Harapannya, setelah terbentuknya komite ini dapat menjadi pemersatu dan sharing informasi beberapa organisasi industri dan komunitas kreatif yang ada di Kabupaten Bireuen.

“Komite ini harus bisa meningkatkan nilai tambah dan gairah ekonomi kreatif dengan melakukan berbagai gagasan program kreatif dan aksi sehingga bisa menarik orang luar untuk membeli dan berinvestasi di bireuen,” ucap Mustafa Amin.

Mustafa Amin menambahkan, hasil FGD ini nantinya akan melahirkan kepengurusan lengkap Komite Ekraf Bireuen dengan susunan kepengurusan melibatkan empat komponen seperti, akademisi, pelaku bisnis dan komunitas.

“Nanti kita satukan dalam komite ini dengan berbagai latar belakang menurut kreativitas masing-masing,” imbuhnya.

Rapat dipimpin Khairum Hafis dari Bappeda Bireuen turut dihadiri unsur Pemkab, akademisi, Dekranas, Dewan Kesenian Aceh (DKA) dan berbagai pelaku ekonomi kreatif dari berbagai bidang yang ada di Kabupaten Bireuen. (Rizanur)

 

 

BAGIKAN