KABAR BIREUEN- Zubaidah Umar hanya bisa terbaring di ruang tamu rumahnya di Desa Lhok Awe-Awe, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen saat tim Kami Peduli Bireuen membezuknya, Selasa siang (9/4/2019).

Wanita kelahiran 1973 itu tampak kurus dan saat itu tubuhnya hanya ditutupi kain panjang. Sudah setahun ini menderita kanker payudara dan penyakitnya semakin parah dalam tiga bulan terakhir ini. Karena itu, dia harus menjalani kemoterapi di Lhokseumawe.

Kepada, tim KPB, Zubaidah yang didampingi adik dan adik iparnya mengatakan, rencananya dia akan pergi menjalani kemoterapi di tempat dr Mufrizal di Lhokseumawe.

“Untuk berangkat ke sana menjalani pengobatan atau kemoterapi, butuh ongkos pulang pergi dan juga biaya makan minum pendamping. Sementara suami saya hanya tukang potong rumput. Sampai hari ini masih bingung memikirkan dari amna mendapatkan biaya ke Lhokseumawe besok, kami belum punya uang,” ungkapnya wanita 46 tahun itu.

Rencananya dia akan berangkat Rabu pagi (10/4/2019) setelah subuh dengan mencarter L-300 milik tetangganya, sekalian diantar pulang pergi.

Dikatakannya, kadang-kadang dia merasa nyeri dan sakit akibat penyakit kangker payudara yang dideritanya itu. Jika sudah tidur maka agak susah untuk bangun karena sakit.

Pada kesempatan itu, Kami Peduli Bireuen menyerahkan bantuan uang tunai untuk keperluan Zubaidah dan pendampingnya selama menjalani kemoterapi di Lhokseumawe.

Bantuan itu diserahkan Seksi Donatur KPB, Ulil Bang Arab SE MM kepada Zubaidah dan disaksikan keluarganya.

Dikatakan pria yang akrab disapa Bang Arab itu, bantuan yang diserahkan KPB sebagai bentuk kepedulian pihaknya untuk membantu sesama yang membutuhkan.

“Semoga bantuan ini bisa digunakan untuk ongkos berangkat menjalani kemoterapi dan untuk keperluan lainnya, ” sebut pemilik Arab Travel tersebut.

Pria yang memang aktif di kegiatan sosial itu  juga mengharapkan apapun perkembangan setelah kemoterapi Ibu Zubaidah, agar disampaikan ke pihaknya untuk tindakan lebih lanjut. (Ihkwati)

BAGIKAN